Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Februari 2017 | 15.50 WIB

Tak Kalah Keras, PW NU Jatim: Satu Komando!

SATU KOMANDO: Ansor Gresik siap menjadi benteng bagi ulama dan keutuhan negara Indonesia. - Image

SATU KOMANDO: Ansor Gresik siap menjadi benteng bagi ulama dan keutuhan negara Indonesia.

JawaPos.com - Dari Surabaya, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Timur menyatakan kekecewaan mereka atas perlakuan kasar Ahok dan tim pengacaranya terhadap KH Ma'ruf Amin. Bahkan, mereka menuntut perbuatan itu diproses secara hukum karena termasuk kategori hate speech (ujaran kebencian). 



Tuntutan itu disampaikan Ketua Tanfidziyah PW NU Jatim KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah. "Kami menyesalkan perlakuan Basuki Tjahaja Purnama bersama tim pengacaranya kepada KH Ma'ruf Amin," katanya dalam konferensi pers kemarin. "Warga NU Jatim jangan dulu terpancing emosi. Tetap dalam satu komando," tandasnya. 



Dalam konferensi pers itu, PW NU Jatim menyuarakan lima sikap. Pertama, mengajak seluruh warga NU mengutamakan stabilitas dan persatuan nasional. Kedua, PW NU menegaskan kekecewaan terhadap sikap kasar dan sarkastis Ahok beserta tim pengacaranya dalam sidang kasus penistaan agama Selasa lalu (31/1). 



Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ahok bersama pengacaranya mencecar Ma'ruf dengan pernyataan dan pertanyaan yang mendiskreditkan tokoh NU itu. Bahkan, sempat muncul ancaman untuk melaporkan Ma'ruf ke pihak yang berwenang. Meski, kemudian hal itu diklarifikasi oleh Ahok. 



Pada poin ketiga pernyataannya, PW NU Jatim mendesak pihak berwajib mengusut Ahok dan tim pengacaranya. "Ucapan Ahok dan tim pengacaranya secara nyata telah melanggar undang-undang hate speech (ujaran kebencian)." Demikian bunyi pernyataan PW NU Jatim. 



Mutawakkil menegaskan, pernyataan sikap kemarin telah diputuskan melalui diskusi panjang. Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, itu menyatakan telah melakukan klarifikasi kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) di Jakarta terkait dengan dinamika itu. 



Soal kabar bahwa Ma'ruf memaafkan Ahok, Mutawakkil belum sepenuhnya percaya. "Ada juga berita yang sampai kepada kami, belum pernah KH Ma'ruf menyampaikan menerima maaf," tegasnya. 



Menurut dia, Jatim merupakan tempat lahir, basis, serta barometer NU di seluruh dunia sehingga penting untuk menunjukkan ketegasan. Hal itu tentu dinanti masyarakat nahdliyin. 



Dalam Islam, jika terjadi ketidakharmonisan, kesalahpahaman, dan ketersinggungan kepada seseorang, jalan terbaik adalah memaafkan. "Tapi, ini bukan lagi urusan person. Beliau adalah simbol NU." (jun/byu/tau/c5/ang)



Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore