
SATU KOMANDO: Ansor Gresik siap menjadi benteng bagi ulama dan keutuhan negara Indonesia.
JawaPos.com - Dari Surabaya, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Timur menyatakan kekecewaan mereka atas perlakuan kasar Ahok dan tim pengacaranya terhadap KH Ma'ruf Amin. Bahkan, mereka menuntut perbuatan itu diproses secara hukum karena termasuk kategori hate speech (ujaran kebencian).
Tuntutan itu disampaikan Ketua Tanfidziyah PW NU Jatim KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah. "Kami menyesalkan perlakuan Basuki Tjahaja Purnama bersama tim pengacaranya kepada KH Ma'ruf Amin," katanya dalam konferensi pers kemarin. "Warga NU Jatim jangan dulu terpancing emosi. Tetap dalam satu komando," tandasnya.
Dalam konferensi pers itu, PW NU Jatim menyuarakan lima sikap. Pertama, mengajak seluruh warga NU mengutamakan stabilitas dan persatuan nasional. Kedua, PW NU menegaskan kekecewaan terhadap sikap kasar dan sarkastis Ahok beserta tim pengacaranya dalam sidang kasus penistaan agama Selasa lalu (31/1).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ahok bersama pengacaranya mencecar Ma'ruf dengan pernyataan dan pertanyaan yang mendiskreditkan tokoh NU itu. Bahkan, sempat muncul ancaman untuk melaporkan Ma'ruf ke pihak yang berwenang. Meski, kemudian hal itu diklarifikasi oleh Ahok.
Pada poin ketiga pernyataannya, PW NU Jatim mendesak pihak berwajib mengusut Ahok dan tim pengacaranya. "Ucapan Ahok dan tim pengacaranya secara nyata telah melanggar undang-undang hate speech (ujaran kebencian)." Demikian bunyi pernyataan PW NU Jatim.
Mutawakkil menegaskan, pernyataan sikap kemarin telah diputuskan melalui diskusi panjang. Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, itu menyatakan telah melakukan klarifikasi kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) di Jakarta terkait dengan dinamika itu.
Soal kabar bahwa Ma'ruf memaafkan Ahok, Mutawakkil belum sepenuhnya percaya. "Ada juga berita yang sampai kepada kami, belum pernah KH Ma'ruf menyampaikan menerima maaf," tegasnya.
Menurut dia, Jatim merupakan tempat lahir, basis, serta barometer NU di seluruh dunia sehingga penting untuk menunjukkan ketegasan. Hal itu tentu dinanti masyarakat nahdliyin.
Dalam Islam, jika terjadi ketidakharmonisan, kesalahpahaman, dan ketersinggungan kepada seseorang, jalan terbaik adalah memaafkan. "Tapi, ini bukan lagi urusan person. Beliau adalah simbol NU." (jun/byu/tau/c5/ang)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
