
Kendaraan peserta tengah diperiksa
JawaPos.com - Sebanyak 450 pembalap mengikuti ajang IMI Kepri Open Drag Race and Drag Bike 2017 di Sirkuit Temenggung Abdul Jamal, Batam yang digelar mulai Sabtu (4/2) hingga Minggu (5/2). Peserta terbagi dalam 100 pembalap mobil dan 350 pembalap motor
"Alhamdulillah, antusias masyarakat sangat bagus karena membludaknya peserta," beber Usep kepada Batam Pos (Jawa Pos Group).
Acara yang diselenggarakan selama dua hari ini merupakan ajang perdana yang diselenggarakan kepengurusan IMI Kepri beker jasama dengan klub-klub dan komunitas otomotif Kepri pada 2017 ini. Di kategori motor ada 15 kelas yang dipertandingkan. Sedangkan di kategori mobil ada enam kelas.
"Di ajang ini, kami sudah menerapkan sesuai standar nasional, mulai dari proses pendaftaran dan jalannya perlombaan," ungkap Usep.
Menurutnya, dengan mengikuti standar nasional, nantinya apabila ada pembalap potensial yang lahir di kejuaraan ini, sudah bisa adaptasi dan terbiasa. Apabila mereka berlaga di kejuaraan lainnya.
Sementara itu, panitia scruitneering, Immanuel Sihaloho mengatakan, proses scruitneering atau pemeriksaan kendaraan sebelum jalannya lomba sangat penting dan wajib dilakukan. "Terpenting dari segi keselamatannya, baik pembalap maupun kendaraan," jelas Noel, sapaan akrabnya.
Setiap kendaraan harus lulus pengecekan, mulai dari mesin yang sesuai kelas yang diikuti, rem yang harus berfungsi dengan baik, dan perlengkapan lainnya termasuk atribut yang wajib digunakan pembalap.
Salah satu peserta, Bima yang turun di kelas motor 250 cc mengaku keikutsertaannya di ajang ini adalah sebagai latihan dan uji coba sebelum berlaga di ajang balap Asia Talent Cup (ATC) pada Maret 2017 nanti. "Ini bagus sebagai modal dan sarana uji coba sebelum turun di ATC 2017," paparnya. (cr16/epr/JPG)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
