Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Februari 2017 | 14.47 WIB

Puluhan Rumah Rusak Akibat Getaran dari Perusahaan Tambang

Salah seorang warga menunjukkan kondisi rumahnya yang retak akibat kegiatan seismik (pencarian potensi) minyak dan gas PT GSI. - Image

Salah seorang warga menunjukkan kondisi rumahnya yang retak akibat kegiatan seismik (pencarian potensi) minyak dan gas PT GSI.

JawaPos.com - Puluhan rumah yang tersebar di dua kecamatan, Kabupaten Sijunjung, Sumbar mengalami kerusakan. Hal itu dipicu oleh getaran dari kegiatan seismik (pencarian potensi) minyak dan gas oleh PT GSI. Perusahaan itu merupakan subkontraktor dari PT Rizki Bukik Barisan (RBB).


Adapun rumah warga yang terkena dampak getaran tersebut tersebar di Jorong  Sawahtarok, Nagari Padanglaweh Selatan, Kecamatan Koto VII, dan di Jorong Tangah, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung.


Pantauan Padang Ekspres (Jawa Pos Group) pada Jumat (3/2), puluhan warga yang rumahnya mengalami keretakan heboh akibat rumah mereka bertambah rusak setelah aktivitas pendataan seismik oleh PT GSI, pada Selasa (1/2) lalu.


Keluhan kerusakan itu dikemukakan Nurita, 53, warga Jorong Tangah. Dia mengaku sangat mengkhawatirkan kondisi rumahnya yang bertambah retak. “Kami takut rumah kami roboh dan menimpa kami sekeluarga. Setiap hari kerusakannya bertambah parah. Apalagi rumah kami berlantai dua,” ungkapnya seperti dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Sabtu (4/2).


Diterangkannya, warga sangat kecewa dengan pihak perusahaan tambang memberitahu kepada warga, bahwa aktivtas seismik yang dilakukan akan menimbulkan getaran kuat dan berpotensi merusak bangunan warga. ”Kami tidak diberi tahu, yang kami rasakan, getaran kuat saat aktivitas pendataan seismik tersebut. Lalu, kami menyaksikan dinding rumah, dapur dan lantai yang bergerak dan retak di mana-mana,” jelasnya.


Hal serupa juga diungkapkan, Ref, 30. Diceritakannya, saat getaran kuat tersebut, dirinya beranggapan tengah terjadi gempa. Bahkan dirinya sempat berlari keluar rumah saat getaran kuat yang dihasilkan mobil pengumpul data Seismik tersebut. ”Saya dari lantai dua langsung turun, karena saya pikir tengah terjadi gempa,” sebutnya.


Penuturan yang sama juga dikemukaman B Datuak Bandaro, 64, warga jorong Tangah lainnya. Dia sangat menyesalkan pihak perusahaan yang tidak memberitahu akan adanya aktivitas pendataan seismik tersebut. “Pihak perusahaan seharusnya memberitahu warga akan ada aktivitas, apalagi aktivitas tersebut akan berpotensi menimbulkan dampak bagi bangunan,” jelas Datuak Bandaro.


Di pihak lain, salah satu operator mobil pencari data seismik mengaku yang tak bersedia menyebutkan namanya, menuturkan bahwa getaran yang diakibatkan bisa disesuaikan dengan kondisi tanah sekitar.


Dia mengaku tidak mengetahui dampak kerusakan yang diakibatkan aktivitas pendataan tersebut. “Saya hanya operator, mengenai dampak yang diakibatkan oleh aktivitas pendataan saya tidak tahu, sebaiknya datang ke bagian geologi perusahaan,” jelasnya.


Sedangkan pihak perusahaan belum bisa dikonfirmasi karena enggan menemui wartawan. Sebelumnya, Humas PT RBB, Dani mengaku, kejadian itu di luar dugaan pihaknya.


Dia menyebut, pihaknya melakukan blasting di dalam lobang sedalam 30 meter ke dalam tanah. Atas kondisi ini, PT RBB berjanji akan melakukan survei terhadap rumah warga yang terkena dampak blasting serta melaporkan kepada pimpinannya mengenai ganti rugi. "Saya akan survei seluruh rumah yang terkena dampak dan nanti akan dibicarakan dengan pimpinan saya terkait ganti rugi,” tuturnya. (hnd/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore