
MULTITALENTA: Rita Kurniati saat nge-trail di Bukit Hollywood
Iptu Rita Kurniati bukan polisi wanita biasa. Di kancah bola voli nasional dan ASEAN, namanya pernah berkibar. Sekarang suka motor trail.
CHUSNUL CAHYADI
SERAGAM cokelat dengan sabuk putih di pinggang berpadu dengan wajah ramah Iptu Rita Kurniati. Senyumnya mengembang. Sebagai kepala urusan (Kaur) Registrasi dan Identifikasi (Regigent) Satlantas Polres Gresik, dia rajin menyapa pemohon SIM. ”Baru empat bulan bertugas di Gresik,” kata perwira polisi berusia 38 tahun tersebut Senin (30/1).
Sehari-hari Rita berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada para pemohon. Mulai permohonan STNK hingga pengurusan BPKB. Semua dilayani di kantor samsat di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, Kebomas.
Di luar kedinasan sebagai abdi negara, ibu dua anak itu punya keterampilan yang tidak dimiliki polisi wanita lain di Polres Gresik. Khususnya olahraga. Sejak SD, istri Iwan Dedi Setyawan tersebut senang bermain bola voli. ”SMP kelas 2 sudah jadi atlet bola voli,” kata alumnus SMP Ragunan, Jakarta, itu.
Di bola voli, dia sudah meraih beragam prestasi. Sejak 2003 hingga 2016, kejuaraan tingkat nasional hingga Asia telah dirasakan. Perempuan dengan tinggi badan 167 sentimeter dan berat badan 60 kilogram itu ikut berlaga di Proliga. Bahkan beberapa klub. Ada Bank DKI, Jakarta Elektrik, dan Popsivo Polwan. Popsivo adalah klub bola voli milik Polri. Setelah itu, Rita memlih gantung sepatu.
”Sudah tidak ada target lain. Proliga sudah kasta tertinggi pebola voli di Indonesia,” ujar pemain terbaik putri 2012 dan 2013 itu.
Apa prestasi terbaik Rita? Dia menyumbangkan emas PON untuk DKI Jakarta pada 2001. Lalu, masuk timnas SEA Games 2003, 2005, dan 2007. Dia berhasil membawa Indonesia menggondol dua perak di kejuaraan antarnegara Asia Tenggara tersebut. Dia tosser terbaik.
Namun, gantung sepatu dari bola voli tidak mengurangi aktivitas Rita untuk menjaga stamina. Meski tinggal di Sidoarjo, dia kerap muncul di sesi latihan tim PT Petrokimia Gresik. ”Kangen ngumpul dan jadi motivator saja. Kita punya ilmu jangan pelit,” ungkapnya. Joging juga kerap dilakukan untuk kebugaran.
Sekarang Rita punya hobi yang cukup memacu adrenalin. Hobi baru itu menjadikannya tampak gagah meski tetap feminin. Rita suka bermotor trail. ”Iya, ini lagi senang nge-trail,” ujarnya, lantas senyum.
Rita memastikan semua hobi olahraga dan nge-trail itu tidak mampu memupus kodratnya sebagai perempuan. Khususnya seorang ibu. Dia tetap dengan telaten mengasuh dua buah hatinya. Yaitu, Alfin Daniel Pratama, 14, dan M. Setya Bima Putra Kurniawan, 7. ”Di rumah ya tetap mengurus suami dan putra dengan baik,” ungkapnya. (*/c10/roz/sep/JPG)

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
