
HORE: Siswa kelas XI SMAN 16 menerbangkan roket air buatan mereka. Ekspresi mereka beragam saat terkena cipratan air.
JawaPos.com – Siswa kelas XI MIA 4 bersorak-sorai di halaman SMAN 16 Surabaya. Mereka berhasil memenangi water rocket competition untuk kategori jangkauan terjauh. Yel-yel yang meriah dinyanyikan secara kompak oleh para siswa untuk merayakan kemenangan itu.
Roket air buatan kelas XI MIA 4 mampu melesat lebih tinggi daripada peserta lain. Bahkan, empat di antara 12 roket yang dibuat hilang saking jauhnya lompatan. Ada beberapa faktor yang memengaruhi kinerja roket bisa maksimal. Menurut ketua kelas XI MIA 4 Ricky Setyawan, bodi roket harus seimbang. Antara beban dan sayap juga harus sesuai agar benda itu bisa melesat maksimal tanpa oleng. ’’Desain sayap tidak boleh terlalu lebar dan terlalu tipis,’’ ujarnya Rabu (1/2).
Selain itu, alat peluncur memengaruhi tekanan. Mereka harus memastikan bahwa tidak ada udara yang bocor dalam alat peluncur. Dengan demikian, seluruh tenaga bisa dialirkan ke dalam roket. Tekanan yang kuat dan maksimal membuat roket meluncur ke udara dengan stabil dan tinggi.
Perancang roket dari XI MIA 4 Prasetio Pramudiyono menambahkan, jenis bahan yang digunakan untuk roket juga tidak kalah penting. Mereka menggunakan botol minuman berukuran 1,5 liter. Kemudian, tutup roket menggunakan seng agar bebannya tidak terlalu berat. ’’Kalau berat, tidak bisa terbang tinggi. Tapi, kalau terlalu enteng, juga bisa oleng,’’ terangnya.
Budi Haryanto, guru fisika SMAN 16 Surabaya, mengatakan, kegiatan tersebut sengaja diadakan untuk menumbuhkan minat siswa dalam mempelajari fisika. Biasanya, para siswa gampang bosan jika hanya belajar teori di kelas. Karena itu, mereka diberi proyek agar model pembelajaran lebih bervariasi.
Dalam proyek pembuatan roket, lanjut Budi, ada beberapa materi yang dipelajari sekaligus. Di antaranya, gerak parabola, hukum momentum, hukum Newton aksi reaksi, dan tekanan fluida. Sebelum membuat roket, anak-anak diminta menyerahkan laporan. ’’Sebelumnya juga diadakan kompetisi antarkelompok dalam kelas. Hasil terbaik dilombakan antarkelas,’’ terangnya.
Budi berharap kegiatan tersebut membuat semangat siswa untuk mempelajari fisika terus bertambah. Tidak melulu teori di kelas, siswa pun mengetahui aplikasinya. Nanti ilmu itu juga bisa terus diingat. ’’Fisika itu menyenangkan,’’ tandasnya. (ant/c19/jan/sep/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
