
PUTUH-PUTIH: Dankodiklatal Laksda TNI Tri Wahyudi Sukarna memimpin prosesi serah terima jabatan Dankodikmar, Dankodikdukum, Danpuslatdiksarmil serta pengukuhan Danpuslatopsla, Danpuslatmar, dan Dandenpomal Kamis (2/2) di Lapangan Maluku Kesatrian Bumimoro
JawaPos.com – Kapal selam Indonesia yang dibuat di Korea Selatan sudah diluncurkan pada Maret 2016. Kapal yang akan diberi nama KRI Nagabanda itu dijadwalkan tiba di Indonesia pada Juli. Untuk menjemput kapal tersebut, Komando Pembinaan Doktrin dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal) menyiapkan kru dan pasukan pengawak.
Komandan Kodiklatal Laksamana Muda TNI Tri Wahyudi Sukarno mengatakan, kru sudah menjalani latihan di lembaga tersebut. Mereka menggunakan simulator untuk belajar mengoperasikan, menjalankan kapal, serta menangani permasalahan teknis yang dialami kapal itu. ’’Semua sudah siap, tinggal mengirim ke Korea Selatan,’’ katanya di sela-sela serah terima jabatan (sertijab) dan pengukuhan pejabat tinggi di lingkungan Kodiklatal.
Saat ini kapal selam tersebut diberi kode Hull Number H.7712. Kapal itu akan bergabung dengan KRI Nanggala dan KRI Cakra. Menurut rencana, tahun ini ada dua kapal selam yang tiba di Indonesia. Setelah Juli, kapal selam lain dijadwalkan tiba akhir 2017.
Kapal selam diesel elektrik DSME209 itu merupakan produk ekspor pertama bagi Korea Selatan. Pemerintah Indonesia bersikap aktif dalam pemesanan kapal tersebut. Ada transfer ilmu selama pembuatan kapal itu. Harapannya, tahun depan Indonesia sudah mampu membuat kapal selam untuk memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI-AL.
Biasanya persiapan kru dilakukan pabrik pembuat kapal. Seperti yang sudah sering terjadi, prajurit TNI-AL harus dikirim ke Belanda untuk belajar simulator kapal di negara tersebut. Setelah dinyatakan lulus, mereka bertugas membawa kapal itu ke Indonesia. Kali ini, semua kru cukup berlatih di Indonesia. ’’Simulator yang dimiliki Kodiklatal sesuai dengan desain kapal buatan Korea Selatan itu,’’ ungkap dia.
Pada hari itu pula merupakan hari terakhir Tri Wahyudi menjabat komandan Kodiklatal. Hari ini jabatan tersebut diserahterimakan kepada Laksamana Muda TNI IG Putu Wijamahaadi. Sebelumnya, perwira bintang dua itu menjabat panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Jakarta.
Empat pejabat yang dikukuhkan adalah Direktur Pendidikan dan Latihan (Dirdiklat) Laksamana Pertama TNI Gregorius Agung W.D., Direktur Doktrin (Dirdok) Laksamana Pertama TNI Irwan Achmadi, Direktur Pengkajian dan Pengembangan (Dirjianbang) Laksamana Pertama TNI Tunggul Suropati, Direktur Umum (Dirum) Kolonel Laut (S) Benhard Setya Budi, serta Kepala Keuangan Wilayah (Kakuwil) Kolonel Laut (S) Suprihandono.
Tri Wahyudi menyatakan, Kodiklatal mengalami perkembangan cukup pesat. Tugas fungsi sebagai pembina doktrin dan pendidikan berlangsung dengan baik. Termasuk transfer keilmuan yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan dalam negeri. ’’Kami sudah menjalin kerja sama dengan berbagai negara untuk mengembangkan potensi dan keahlian prajurit,’’ ungkap dia.
Salah satunya, keilmuan dalam bidang perkapalan. Kodiklatal bekerja sama dengan angkatan laut Belanda dalam mengembangkan strategi penyelamatan kapal di tengah pertempuran. Transfer keilmuan itu menjadi modal bagi prajurit saat melakukan operasi maritim di dalam maupun luar negeri. (riq/c7/dos/sep/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
