Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Februari 2017 | 10.21 WIB

Genjot Jumlah Insinyur lewat Program Profesi

SATU VISI: Dari kiri, M. Bisri, Saifullah Yusuf, dan Ketua Umum PII Pusat Hermanto Dardak Kamis (2/2) di Hotel JW Marriott. - Image

SATU VISI: Dari kiri, M. Bisri, Saifullah Yusuf, dan Ketua Umum PII Pusat Hermanto Dardak Kamis (2/2) di Hotel JW Marriott.

JawaPos.com – Jumlah insinyur yang dimiliki Indonesia masih sedikit. Menanggapi problem tersebut, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) akan menambah lulusan teknik. Hal itu disampaikan dalam pelantikan pengurus PII Jawa Timur Kamis (2/2) di Hotel JW Marriott.


Mohammad Bisri, ketua pengurus PII Jawa Timur periode 2016–2019, menyatakan, insinyur berperan penting sebagai pemecah masalah alias problem solver. Dia mengharapkan insinyur di Indonesia bisa mencari solusi yang bersifat antisipatif. Terutama untuk masalah yang sering dikeluhkan masyarakat, yakni fasilitas jalan umum. Menurut rektor Universitas Brawijaya tersebut, jalan yang sudah rusak, meski sedikit, tergolong terlambat ditangani. Memperbaiki jalan rusak akan memakan biaya lebih besar daripada mengantisipasinya. Karena itu, dia berharap insinyur di Jawa Timur bisa memberikan sumbangsih nyata dalam pembangunan infrastruktur dan konstruksi.


Bisri menambahkan, tantangan Indonesia saat ini adalah rendahnya jumlah mahasiswa teknik. Secara nasional, mahasiswa yang mengambil jurusan teknik di Indonesia hanya berkisar 15 persen. Angka itu lebih rendah daripada Malaysia dan Thailand yang persentasenya sekitar 24–25 persen. Padahal, untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia membutuhkan lebih banyak insinyur.


Untuk memenuhi kebutuhan insinyur, perguruan tinggi perlu membuka program profesi insinyur. ’’Harapannya, mahasiswa teknik bisa langsung bekerja di bidang konstruksi setelah lulus,” ungkapnya. Hingga kini, sudah ada 40 perguruan tinggi yang membuka program profesi bagi mahasiswa teknik. Sayangnya, anggaran untuk program percepatan insinyur dirasa masih kurang, terutama untuk kebutuhan riset.


Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf turut hadir dalam pelantikan tersebut. Dia berharap insinyur bisa mendukung program pemerintah. Khususnya yang berkaitan dengan permasalahan di Jawa Timur. Antara lain, jalan rusak dan bencana longsor. Malam sebelumnya, PII Jawa Timur mengadakan dialog untuk membahas penyebab kerusakan infrastruktur dan longsor tersebut. Dialog dilakukan dengan PII Pusat beserta para pakar dari perguruan tinggi dan Bupati Trenggalek Emil Dardak.



Tidak hanya melakukan studi dan riset, pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut juga mengimbau insinyur untuk kreatif. Insinyur dituntut bisa menelurkan kreativitas dan inovasi di lapangan. Dia mencontohkan penemuan fondasi cakar ayam. ’’Teman-teman insinyur bisa menghasilkan bangunan dan konstruksi yang sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya. (deb/c7/oni/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore