
SATU VISI: Dari kiri, M. Bisri, Saifullah Yusuf, dan Ketua Umum PII Pusat Hermanto Dardak Kamis (2/2) di Hotel JW Marriott.
JawaPos.com – Jumlah insinyur yang dimiliki Indonesia masih sedikit. Menanggapi problem tersebut, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) akan menambah lulusan teknik. Hal itu disampaikan dalam pelantikan pengurus PII Jawa Timur Kamis (2/2) di Hotel JW Marriott.
Mohammad Bisri, ketua pengurus PII Jawa Timur periode 2016–2019, menyatakan, insinyur berperan penting sebagai pemecah masalah alias problem solver. Dia mengharapkan insinyur di Indonesia bisa mencari solusi yang bersifat antisipatif. Terutama untuk masalah yang sering dikeluhkan masyarakat, yakni fasilitas jalan umum. Menurut rektor Universitas Brawijaya tersebut, jalan yang sudah rusak, meski sedikit, tergolong terlambat ditangani. Memperbaiki jalan rusak akan memakan biaya lebih besar daripada mengantisipasinya. Karena itu, dia berharap insinyur di Jawa Timur bisa memberikan sumbangsih nyata dalam pembangunan infrastruktur dan konstruksi.
Bisri menambahkan, tantangan Indonesia saat ini adalah rendahnya jumlah mahasiswa teknik. Secara nasional, mahasiswa yang mengambil jurusan teknik di Indonesia hanya berkisar 15 persen. Angka itu lebih rendah daripada Malaysia dan Thailand yang persentasenya sekitar 24–25 persen. Padahal, untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia membutuhkan lebih banyak insinyur.
Untuk memenuhi kebutuhan insinyur, perguruan tinggi perlu membuka program profesi insinyur. ’’Harapannya, mahasiswa teknik bisa langsung bekerja di bidang konstruksi setelah lulus,” ungkapnya. Hingga kini, sudah ada 40 perguruan tinggi yang membuka program profesi bagi mahasiswa teknik. Sayangnya, anggaran untuk program percepatan insinyur dirasa masih kurang, terutama untuk kebutuhan riset.
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf turut hadir dalam pelantikan tersebut. Dia berharap insinyur bisa mendukung program pemerintah. Khususnya yang berkaitan dengan permasalahan di Jawa Timur. Antara lain, jalan rusak dan bencana longsor. Malam sebelumnya, PII Jawa Timur mengadakan dialog untuk membahas penyebab kerusakan infrastruktur dan longsor tersebut. Dialog dilakukan dengan PII Pusat beserta para pakar dari perguruan tinggi dan Bupati Trenggalek Emil Dardak.
Tidak hanya melakukan studi dan riset, pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut juga mengimbau insinyur untuk kreatif. Insinyur dituntut bisa menelurkan kreativitas dan inovasi di lapangan. Dia mencontohkan penemuan fondasi cakar ayam. ’’Teman-teman insinyur bisa menghasilkan bangunan dan konstruksi yang sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya. (deb/c7/oni/sep/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
