Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Februari 2017 | 10.05 WIB

Tinggal Seminggu Lagi, Pastikan Pengisian PDSS Benar

UN online siswa SMA tahun 2016 - Image

UN online siswa SMA tahun 2016

JawaPos.com - Masa pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) bagi SMA/SMK/MA untuk mendaftarkan siswanya di jalur penerimaan calon mahasiswa Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tinggal sepekan lagi atau tanggal 10 Februari.


Pihak Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mengimbau seluruh sekolah untuk segera mengisi PDSS secara benar. Wakil Rektor I Bidang Akademik Unsyiah, Hizir mengatakan, pengisian PDSS sudah dimulai sejak 14 Januari 2017 hingga 10 Februari 2017. PDSS wajib diisi oleh semua sekolah SMA/MA/SMK.


Setelah diisi, PDSS harus diverifikasi kembali mulai 15 Januari – 12 Februari 2017. Pengisian PDSS menjadi syarat mutlak bagi sekolah untuk mendaftarkan siswanya di jalur penerimaan calon mahasiswa Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).


“Masa pengisian PDSS hanya tinggal seminggu lagi. Maka manfaatkan waktu sebaik mungkin. Tanpa PDSS maka sekolah tidak bisa mengikutsertakan siswanya untuk masuk PTN melalui jalur SNMPTN,” ujar Hizir seperti dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Sabtu (4/2).


Menurut Hizir, kuota penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2017 berbeda dari tahun lalu. Tahun ini kuota penerimaan mahasiswa jalur SNMPTN sebanyak 30 persen yang sebelumnya 35 persen. Sedangkan penerimaan calon mahasiswa jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebesar 40 persen dan jalur Mandiri 30 persen. “Pendaftaran SNMPTN akan dimulai sejak 21 Februari - 6 Maret 2017,” sebut Dr Hizir.


Dia menjelaskan, bagi siswa dari keluarga kurang mampu dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan Bidikmisi melalui situs https://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id/. Biaya pendaftaran SNMPTN sepenuhnya ditanggung pemerintah.


Sekolah yang boleh mendaftar SNMPTN adalah yang berakreditasi A dengan kuota 50 persen. Sedangkan sekolah yang berakreditasi B kuotanya 30 persen, sekolah berakreditasi C sebanyak 10 persen, dan akreditasi lainnya sebanyak 5 persen. “Selain itu, Unsyiah menegaskan agar pihak sekolah tidak merekayasa nilai rapor atau melakukan pencucian rapor. Apabila terbukti memanipulasi nilai rapor maka kelulusan siswanya akan dibatalkan,” tegasnya.


Guna memastikan proses SNMPTN berjalan lancar, tim Humas Unsyiah juga telah melakukan sosialisasi ke daerah-daerah, antara lain Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara pada 29 Januari – 1 Februari 2017.


Kepala Humas Unsyiah, Husni Friady  memaparkan, tim Humas Unsyiah yang terlibat dalam panitia SNMPTN sudah melakukan sosialisasi ke wilayah tengah dan tenggara. “Sosialisasi SNMPTN ini mengundang seluruh kepala sekolah (kepsek) dan operator PDSS di wilayah tersebut,” paparnya.


Ditambahkannya, sosialisasi SNMPTN dipusatkan di dua titik, yakni di Takengon dan Gayo Lues. Sosialiasi di Takengon berlangsung di gedung UPTD PPMG Aceh Tengah ditujukan untuk para kepsek dan operator di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Sementara sosialisasi untuk wilayah Gayo Lues dan Aceh Tenggara dipusatkan di kampus PDD Gayo Lues Unsyiah. (mag-69/rif/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore