Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Februari 2017 | 08.10 WIB

Polisi Ringkus Perampok Para Guru  di Rumahnya

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com  - Satu dari empat perampok para guru SMP Negeri 2 Penukal Utara, PALI akhirnya diringkus jajaran Polsek Penukal Utara. Tersangkanya, Martono alias Tono (42). Dia ditangkap di rumahnya di Desa Tempirai Induk, Kecamatan Penukal Utara, Kamis (2/2) pukul 18.30 WIB. 


Sebelum menangkap Martono,  polisi harus menunggu sekitar satu jam karena tersangka tak mau keluar dan membuka pintu rumah. Selama itu, tim mengepung rumah tersangka.


Setelah negosiasi, tersangka akhirnya mau menyerahkan diri. "Masih ada tiga pelaku lagi yang belum tertangkap. Tapi identitas dan keberadaan mereka sudah kami ketahui,” ungkap Kapolres Muara Enim, Sumatera Selatan,  AKBP Hendra Gunawan SIK melalui Kapolsek Penukal Utara Iptu Acep YS  seperti ditulis Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Sabtu (4/2).


Petugas telah mengintai keberadaan ketiga pelaku di lokasi masing-masing. Dijelaskan Acep, tersangka masih diinterogasi untuk pengembangan kasus.? "Dari hasil penggeledahan kita juga mengamankan barang bukti berupa tas laptop warna merah, pelat motor yang sudah dilepas, kaca spion motor, kartu ATM, KTP, dan buku tabungan serta dokumen lainnya,” bebernya.


Tersangka Tono mengakui, dia bersama ketiga temannya telah merampok sepeda motor para guru SMP Negeri 2 Penukal Utara. "Motor-motor hasil curian itu dibawa teman-teman saya yang belum ditangkap, Pak,” katanya. Motor para korban dibawa ke Desa Air Itam untuk dibongkar agar tak bisa dilacak.


“Setelah itu dipakai masing-masing, Pak,” cetus tersangka. Tak hanya motor, kawanan ini juga menggasak harta benda korban lainnya. Mereka masuk melalui jendela rumah kontrakan yang dihuni para guru.  Para pelaku bertopeng ini lalu membangunkan penghuni rumah.


Para korban diancam  dengan senpi laras pendek. Para pelaku kemudian mengambil tiga sepeda motor, empat laptop, tiga handphone dan uang Rp2,8 juta. Aksi perampokan itu telah membuat para guru ketakutan. Aktivitas belajar mengajar di sekolah pun lumpuh. Para guru trauma karena diancam dibunuh apabila melaporkan kejadian itu ke polisi.(ebi/ce2/nas/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore