Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Februari 2017 | 06.22 WIB

Arloji Pelaku Jadi Petunjuk, Bendahara Umum IKA-PMII Jadi Korban Pecah Kaca

Teror Pecah Kaca Mobil Berulang - Image

Teror Pecah Kaca Mobil Berulang

JawaPos.com – Teror pencurian dengan modus pecah kaca mobil masih menghantui warga Metropolis. Saat perburuan polisi belum membuahkan hasil, pelaku justru makin berani beraksi. Bahkan, tempat yang ramai sekali pun tak luput dari incaran.


Kasus terbaru terjadi pada Rabu dini hari (1/2). Korbannya adalah Bendahara Umum Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Firman Syah Ali. Kaca belakang sebelah kiri mobil Toyota Fortuner miliknya dipecah pelaku. Peristiwa di Jalan Jagir Wonokromo Wetan itu berlangsung cepat.


Firman menceritakan, pukul 00.30 dirinya makan bersama temannya, Febri, di sebuah warung sego sambel. Febri memarkir mobil tak jauh dari warung. ”Kondisinya ramai. Banyak mobil lain. Selain itu, ada tukang parkir,” ujarnya kemarin (2/2).


Alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember tersebut sedang makan. Dia tidak merasa khawatir. Sebab, selama ini dia sering makan di warung itu. Berselang satu setengah jam, dia dan Febri hendak pulang. Keduanya berjalan menuju mobil.


Begitu sampai di samping mobil, Firman terkejut. Kaca mobil sudah pecah. ”Pecahan kacanya kecil-kecil. Pas saya tanya, tukang parkir nggak tahu kejadian itu,” terangnya.


Tukang parkir di sana menceritakan bahwa ada dua orang yang berboncengan naik motor. Keduanya sempat berhenti di dekat mobil putih tersebut. Salah seorang di antaranya tampak menelepon. Namun, tidak ada yang menyadari bahwa mereka adalah pelaku.


Setelah kejadian itu, Firman melapor ke Mapolsek Wonokromo. Dia membawa mobilnya ke sana. Polisi sempat memeriksa mobil tersebut. ”Arloji pelaku tertinggal di dalam. Seharusnya polisi bisa mudah mencari pelaku karena ada petunjuk itu,” ungkapnya.


Di jok tengah mobil, ditemukan arloji yang talinya putus. Diduga, saat pelaku memecah kaca mobil, arloji tersebut putus karena bergesekan dengan kaca yang tajam.


Setelah memeriksa Firman, polisi meminta kesaksian tukang parkir di dekat TKP. Pemeriksaan berlangsung hingga subuh. Firman tidak berharap banyak barang-barangnya yang hilang bisa kembali. Kerugian material karena kriminalitas itu tidak sebesar teror pecah kaca yang mencemaskan banyak orang. Dia hanya ingin tahu siapa pelakunya. Selama ini banyak kasus pecah kaca, tapi belum ada pelaku yang tertangkap.


Dia berharap polisi bisa bertindak cepat. Sebab, kasus pecah kaca tersebut sangat meresahkan. ”Nangkap teroris saja bisa. Masak cuma kejahatan pecah kaca gini nggak mampu,” kritiknya kepada polisi.


Kemarin dia kembali mendatangi Mapolsek Wonokromo untuk menanyakan kelanjutan penyelidikan kasus tersebut. Penyidik menjelaskan bahwa kasus tersebut sedang ditangani. ”Kata penyidik, arloji itu mau diperiksa, tapi nggak punya alat sidik jari,” lanjutnya.



Kapolsek Wonokromo Kompol Arisandi memaparkan, laporan tersebut sudah sampai ke mejanya. Dia menegaskan akan menindaklanjuti kasus tersebut. ”Kami tangani dengan serius. Kami berusaha cari petunjuk lewat sidik jari itu,” tegasnya. (did/c16/fal/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore