
CINTA LINGKUNGAN: Anggota Komunitas Pendaki Indonesia Korwil Gresik berfoto bersama setelah memunguti sampah di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP).
JawaPos.com – Wadah bagi para pencinta alam di Gresik kini bertambah dengan hadirnya Komunitas Pendaki Indonesia Korwil Gresik. Komunitas yang saat ini memiliki sekitar 160 anggota itu dibentuk pada September 2016. Karena masih tergolong baru, pengalaman pendakian mereka juga belum terlalu banyak.
’’Masih mendaki ke Gunung Arjuna saja untuk sementara ini. Mau melakukan banyak pendakian dalam waktu dekat juga masih belum memungkinkan karena faktor cuaca,” jelas Ahmad Sa’dan, ketua komunitas. Para anggota komunitas tersebut rutin kopdar (kopi darat) dua kali dalam sebulan. Tema bahasan utama pada saat kopdar, antara lain, edukasi prosedur pendakian yang aman.
Keselamatan saat mendaki benar-benar ditekankan oleh komunitas itu. Semua anggota diwanti-wanti untuk membawa berbagai macam peralatan saat pendakian. Misalnya, sleeping bag, jaket gunung, sepatu tracking, dan ponco. ’’Itu beberapa perlengkapan yang wajib dibawa masing-masing orang. Kita harus selalu ingat bahwa gunung itu punya cuaca sendiri. Jadi, kita harus membawa berbagai perlengkapan yang komplet,” imbuh dia.
Sa’dan mengatakan, Komunitas Pendaki Indonesia Korwil Gresik tidak hanya berfokus pada pendakian. Tetapi, juga memiliki visi-misi pelestarian lingkungan. Agenda yang segera direalisasikan oleh mereka adalah penanaman mangrove di beberapa titik. ’’Saat ini masih cari spot sih. Bayangan sementara, kami ingin melakukan penanaman di daerah Karangkiring, Lumpur, dan Ujung Pangkah,” paparnya. Rencananya, mereka bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Badan Lingkungan Hidup (BLH). ’’Kami juga segera menyebar proposal ke berbagai pihak seperti perusahaan yang punya bibit mangrove, tapi tidak memiliki tenaga buat menanam. Kami siap membantu,” jelas Sa’ad.
Selain itu, mereka akan mengarahkan kegiatan pada bakti sosial dan eksplorasi wisata Gresik. Reyus Riyadi, anggota aktif lainnya, menuturkan, kegiatan Camping Ceria (CampCer) selalu disambi dengan operasi bersih (opsi). Sebab, mereka menemukan fakta pahit bahwa masih banyak sampah yang berserakan di gunung. ’’Paling sedih itu kalau pas nemu pembalut sama air kencing yang ditaruh di botol plastik,” ujarnya. (hay/c7/ai/sep/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
