Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Februari 2017 | 06.07 WIB

Camping Ceria sambil Ambil Sampah

CINTA LINGKUNGAN: Anggota Komunitas Pendaki Indonesia Korwil Gresik berfoto bersama setelah memunguti sampah di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP). - Image

CINTA LINGKUNGAN: Anggota Komunitas Pendaki Indonesia Korwil Gresik berfoto bersama setelah memunguti sampah di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP).

JawaPos.com – Wadah bagi para pencinta alam di Gresik kini bertambah dengan hadirnya Komunitas Pendaki Indonesia Korwil Gresik. Komunitas yang saat ini memiliki sekitar 160 anggota itu dibentuk pada September 2016. Karena masih tergolong baru, pengalaman pendakian mereka juga belum terlalu banyak.


’’Masih mendaki ke Gunung Arjuna saja untuk sementara ini. Mau melakukan banyak pendakian dalam waktu dekat juga masih belum memungkinkan karena faktor cuaca,” jelas Ahmad Sa’dan, ketua komunitas. Para anggota komunitas tersebut rutin kopdar (kopi darat) dua kali dalam sebulan. Tema bahasan utama pada saat kopdar, antara lain, edukasi prosedur pendakian yang aman.


Keselamatan saat mendaki benar-benar ditekankan oleh komunitas itu. Semua anggota diwanti-wanti untuk membawa berbagai macam peralatan saat pendakian. Misalnya, sleeping bag, jaket gunung, sepatu tracking, dan ponco. ’’Itu beberapa perlengkapan yang wajib dibawa masing-masing orang. Kita harus selalu ingat bahwa gunung itu punya cuaca sendiri. Jadi, kita harus membawa berbagai perlengkapan yang komplet,” imbuh dia.


Sa’dan mengatakan, Komunitas Pendaki Indonesia Korwil Gresik tidak hanya berfokus pada pendakian. Tetapi, juga memiliki visi-misi pelestarian lingkungan. Agenda yang segera direalisasikan oleh mereka adalah penanaman mangrove di beberapa titik. ’’Saat ini masih cari spot sih. Bayangan sementara, kami ingin melakukan penanaman di daerah Karangkiring, Lumpur, dan Ujung Pangkah,” paparnya. Rencananya, mereka bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Badan Lingkungan Hidup (BLH). ’’Kami juga segera menyebar proposal ke berbagai pihak seperti perusahaan yang punya bibit mangrove, tapi tidak memiliki tenaga buat menanam. Kami siap membantu,” jelas Sa’ad.



Selain itu, mereka akan mengarahkan kegiatan pada bakti sosial dan eksplorasi wisata Gresik. Reyus Riyadi, anggota aktif lainnya, menuturkan, kegiatan Camping Ceria (CampCer) selalu disambi dengan operasi bersih (opsi). Sebab, mereka menemukan fakta pahit bahwa masih banyak sampah yang berserakan di gunung. ’’Paling sedih itu kalau pas nemu pembalut sama air kencing yang ditaruh di botol plastik,” ujarnya. (hay/c7/ai/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore