
Ilustrasi
JawaPos.com - Nasib miris dialami siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Calang, Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Sejak 2014 siswa di sekolah itu terpaksa belajar di bangunan bekas kantin dan rumah milik warga.
Kondisi ini disebabkan tiada sekolah mendapat anggaran penambahan ruang belajar baru. Sementara animo masyarakat untuk bersekolah. Akibatnya sebagian siswa terpaksa diungsikan tempat belajarnya di luar ruangan kelas.
Kepala SD Negeri 2 Calang, T Samsul pada Rakyat Aceh (Jawa Pos Group) mengatakan, mengakui ada sebagian siswanya belajar di luar ruangan kelas. Sebab di sekolah itu saat ini hanya memiliki sembilan kelas.
Kendati demikian, pihaknya berupaya untuk memberi fasilitas kepada guru agar mengajar tidak terganggung kendati siswa itu mengikuti pelajaran di tempat lain. "Hingga saat ini kita telah melakukan upaya untuk memberikan fasilitas kepada guru yang melakukan proses belajar mengajar. Berupa kipas angin agar murid juga nyaman untuk belajar,” kata Samsul, Jumat (3/2.
Disebutkan Samsul, saat ini sekolah yang dia pimpin belum memiliki gudang UKS, baik itu gedung sarana dan prasana. Maka para murid harus mengikuti proses belajar mengajar dalam ruang bekas kantin, serta rumah dewan guru untuk dimanfaatkan sebagai ruang kelas
Samsul menambahkan, untuk menambah ruang kelas harus melakukan pembebasan lahan. Hanya saja pihaknya tidak memiliki anggaran. "Sehingga kita berharap kepada dinas pendidikan agar dapat memprioritaskan pembesan lahan untuk pembangunan gedung ke depan,” kata Samsul.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Abdul Jabar mengungkapkan, saat ini di lokasi tersebut memang tidak dapat dilakukan pembebasan lahan. "Karena lokasi tersebut, tanah di sekitarnya merupakan milik warga setempat, tidak dapat kita lakukan pembebasan,” kata Jabar.
Disebutnya, tidak dapatnya pihaknya melakukan pembangunan gedung karena tidak ada tanah kosong. Agar kondisi ini tidak berlarut, dia menyarankan pihak sekolah ke depannya lebih menseleksi calon siswa. Supaya tidak ada lagi siswa yang belajar di bekas kantin, rumah sewaan atau di rumah dewan guru.
"Namun kita berharap kepada pihak sekolah setempat, dalam penerimaan siswa baru harus melakukan proses seleksi agar ke depan tidak ada lagi murid yang belajar di bekas kantin sekolah,” pungkasnya. (mag-67/rif/iil/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
