
Ilustrasi
JawaPos.com - Bos Pandawa Group bernama Nuryanto dipolisikan ke Polda Metro Jaya. Dia dipolisikan oleh sejumlah nasabahnya yang mengaku tertipu hingga puluhan miliar rupiah.
Salah satunya adalah Diana Ambasari. Menurut dia, Pandawa Group adalah bisnis investasi multi level marketing (MLM). Dan korbannya adalah nasabahnya sendiri yang berjumlah ratusan orang.
Diana menuturkan, dia sudah bergabung dengan Pandawa Group sejak Februari 2016. Dia sengaja bergabung karena tergiur bonus yang besar. "Janji di awal itu dijanjikan 10 persen per bulan. Kemudian awal Desember tiba-tiba profit diturunkan menjadi 5 persen dan pada Desember akhir itu sudah vakum," kata Diana di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jumat (3/2).
Awalnya, terang dia, keuntungan yang dijanjikan berjalan lancar. Tapi semuanya mulai tak lancar setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyatakan bahwa Pandawa Group itu ilegal. "Transaksi sudah vakum, dan sang bos tidak diketahui di mana keberadaannya," ungkap dia.
Hingga kini, bila ditotal kerugian para nasabah mencapai Rp 20 miliar. Diana menuturkan, uang para korban dijanjikan kembali 8 Januari 2017. Tapi hingga sekarang tidak ada realisasinya sampai mundur hingga 1 Februari.
Dia juga memaparkan cara kerja dari Pandawa Group. "Itu adalah perusahaan koperasi, yang ditawarkan atas nama koperasi, inves modal untuk diputarkan ke pedagang pasar dan makanan," paparnya.
Uang nasabah, kata Diana, seharusnya kembali akhir 1 Februari 2017. Tapi hingga detik ini, tak ada kembali dan tidak ada kabar.
Seharusnya, batas akhir pada 1 Februari 2017 dikembalikan semua dana nasabah. "Tapi belum ada realisasinya dan juga informasi dari leader tidak ada yang turun ke bawah untuk menyampaikan kepastiannya," sambungnya.
Diana menambahkan, Pandawa Group sudah berdiri sejak 2013. Dan hingga kini total ada ratusan nasabah yang terdaftar sebagai nasabah Pandawa Group ini. "Jadi kami (korban) ini ada 173 orang dan masih ada kemungkinan akan bertambah," terang dia.
Pelaku dilaporkan dengan tuduhan penggelapan uang. Dia berharap agar laporan itu segela diusut dan pelaku ditangkap. Laporan ini teregister dengan nomor: LP/593/II/2017/PMJ/Ditreskrimsus. Pelapor adalah Mikael selaku kuasa hukum korban. Pelaku dilaporkan dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan Pasal 3,4,5 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (elf/JPG)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
