Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Februari 2017 | 23.45 WIB

DPR Percaya BIN Tak Sadap SBY 

Ketua Komisi I DPR Absul Kharis Almasyhari - Image

Ketua Komisi I DPR Absul Kharis Almasyhari

JawaPos.com - Komisi I DPR percaya klarifikasi yang dilakukan Badan Intelijen Negara (BIN). Lembaga intelejen negara ini diyakini tidak melakukan penyadapan terkait adanya pembicaraan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua MUI KH. Ma'ruf Amin.


Adapun dugaan penyadapan menjadi ramai setelah Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama tim kuasa hukumnya mengatakan memiliki bukti pembicaraan tersebut. Itu disampaikan dalam sidang ke-8 kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Ahok.


"Mitra kita sudah klarifikasi dan saya tak perlu lagi ngomong. Orang bukan BIN yang lakukan penyadapan," ujar Ketua Komisi I DPR Absul Kharis Almasyhari saat dihubungi, Jumat (3/2).


Untuk itu dia berpendapat bahwa DPR tidak perlu memanggil BIN untuk menjelaskan persoalan ini seperti yang dimintakan anggotanya di komisi I, Nurhayati Alu Assegaf. "Nggak perlu dan tidak ada rencana manggil kepala BIN. Kalau statement anggota boleh saja, tapi harus dirapatkan secara internal di komisi I," tegas dia.


Menurutnya, lebih baik adanya bukti pembicaraan tersebut ditanyakan kepada Ahok sebagai pihak yang mengatakannya di dalam persidangan. "Satu-satunya yang harus beri penjelasan adalah Ahok," tutur Kharis.


Namun yang pasti dia mengatakan, jika memang adanya rekaman tersebut, itu bersifat ilegal dan bisa diartikan sebagai penyadapan. "Jelas ada pelanggaran UU ITE karena illegal," pungkas politikus PKS itu. (dna/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore