
Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad
JawaPos.com - Fraksi Partai Gerindra tidak mau terburu-buru memutuskan diajukannya hak angket terkait dugaan penyadapan seperti yang diusulkan Fraksi Partai Demokrat. Fraksi Gerindra lebih sepakat persoalan ini lebih baik dibawa ke ranah hukum terlebih dahulu.
"Kita bukan masalah menolaknya. Ditempatkan di porsi sebenarnya. Aparat penegak hukum gerak cepat dulu," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (3/2).
Menurutnya, masalah dugaan penyadapan ini timbul karena tim kuasa hukum terdakwa kasus penista agama Basuki Tjahaja Purnama maupun pria yang akrab disapa Ahok itu sendiri. Karenanya, agar tidak menimbulkan kegaduhan baru, aparat kepolisian sebaiknya menanyakan darimana bukti rekaman pembicaraan antara Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum MUI itu didapatkan. "Karena ini menjadi polemik dan buat kegaduhan, tanya pengacara Ahok itu," tegas dia.
Sejatinya, Fraksi Partai Gerindra masih mempercayai independensi aparat penegak hukum. Termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) yang menjadi mata dan telinga negara yang pastinya tidak mudah dipergunakan untuk kepentingan seseorang. "Kenapa kemudian harus menyudutkan BIN," tutur Dasco heran.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, jika memang setelah aparat penegak hukum menelusuri dan memastikan bahwa itu adalah penyadapan yang dilakukan institusi negara, barulah DPR akan menangani kasus ini dengan membuat hak angket.
"Kalau memang menemukan, baru boleh gerakan politisnya (hak angket). Tapi kalau enggak, sebaikny aparat penegak hukum bergerak," tegas anggota komisi III DPR itu.
Selebihnya, Dasco memastikan bahwa tidak akan ada anggota fraksi Partai Gerindra untuk saat ini menyetujui dibentuknya hak angket. "Biasanya Gerindra satu (komando). Statemen begini, anggota pasti tau harus ngapain," pungkasnya. (dna/JPG)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
