
TOLAK: Demo meluas di Rumania seiring dektrit baru yang dikeluarkan pemerintah.
JawaPos.com – Sedikitnya 250.000 warga Rumania memadati jalanan utama ibu kota kemarin (2/2). Mereka memprotes Menteri Kehakiman Florin Iordache karena menerbitkan dekrit terkait korupsi yang justru menguntungkan para koruptor. Pada hari yang sama, tokoh 56 tahun itu mengundurkan diri dari jabatannya.
Dekrit korupsi tersebut terbit Selasa malam (31/1). Di sana tertulis bahwa pemerintah akan menghapuskan unsur pidana dalam sejumlah kasus korupsi. Hanya tersangka yang mengakibatkan kerugian negara minimal 44.000 euro atau sekitar Rp 634,5 juta yang akan dijebloskan ke penjara. Sedangkan tersangka kasus korupsi yang nilai kerugiannya kurang dari jumlah tersebut tidak perlu ditahan.
Sejak terbitnya dekrit itu, pemerintah tidak banyak bicara. Publik juga tidak membicarakan dekrit tersebut. Semua berubah keesokan harinya saat Iordache menuliskan dekrit itu pada laman Facebook-nya. ”Tidak ada yang perlu dirahasiakan karena tidak ada yang menyalahi aturan atau amoral dalam dekrit darurat itu,’’ tulisnya. Begitu tulisan tersebut diunggah, lahirlah kontroversi di masyarakat.
Iordache menegaskan bahwa dekrit itu tidak bertentangan dengan konstitusi Rumania. Tapi, terbukanya peluang bebas bagi sejumlah politisi yang kini mendekam di tahanan karena korup membuat rakyat berang. Kemarin massa memadati jalanan Kota Bucharest. Mereka memprotes pemerintah yang dikendalikan Partai Demokrat Sosialis dan mendesak Iordache meletakkan jabatan.
Unjuk rasa terbesar sejak tergulingnya rezim komunis dari Rumania pada 1989 itu sukses memaksa Iordache mundur. Kemarin tugas-tugas menteri kehakiman langsung diambil alih oleh Constantin Sima, salah satu deputi Iordache. ”(Pengunduran diri) Ini hal yang paling etis. Bukan demi menyelamatkan reputasi saya, tapi demi anak saya,” tulisnya di Facebook.
Iordache menegaskan bahwa dekrit darurat itu sudah benar. Sebab, saat ini, penjara-penjara di Rumania kelebihan penghuni. Belakangan, para penghuninya adalah tersangka kasus korupsi. Lewat dekrit tersebut, pemerintah berharap bisa mengurangi kepadatan penjara. Sebab, ada sejumlah tersangka yang akan bisa bebas atau sekadar menjadi tahanan kota.
Sayang, sejumlah tersangka korupsi yang kini mendekam di tahanan adalah tokoh penting. Di antaranya, Liviu Dragnea. Tokoh sayap kiri yang kini menjalani sidang kasus penyalahgunaan kekuasaan itu berpotensi bebas. Sebab, nilai kerugian negara karena kecurangannya hanya berkisar 24.000 euro atau sekitar Rp 346 juta. Beberapa politisi lain yang punya kedekatan dengan pemerintah juga akan bebas. (AFP/Reuters/BBC/hep/c17/any/tia)

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
