
Grafis
JawaPos.com- Kegiatan belajar-mengajar di Taman Kanak-Kanak (TK) PKK Kedungputri III, Paron, Ngawi berubah mencekam. Tidak ada hujan maupun angin, bangunan TK tersebut tiba-tiba runtuh serta menimpa guru dan murid Kamis (2/2) pukul 09.20.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ngawi, peristiwa itu terjadi saat salah seorang guru, Nurdiyanti, mengajar murid TK B. Awalnya, Nurmerasakan getaran dari atap ruang kelas,lalu diikuti plafon yang melengkung.
Perempuan 46 tahun itu lantas meminta 17 muridnya untuk berlindung di bawah meja. Berselang 10 detik kemudian, plafon beserta atap ambrol dan menimpa dirinya.Reruntuhan atap pun mengubur murid-muridnya.
”Allahu Akbar, metu, Le, metu (Allahu Akbar, keluar, Nak, keluar, Red),” kata Nur di RSUD dr Soeroto, menceritakan saat dirinya meminta anak didiknya keluar dari reruntuhan..
Suasana, tambah Nur, semakin kacau karena murid-murid menangis histeris.Mereka kesakitan karena terkena reruntuhan bangunan sekaligus takut. Nur berusaha menenangkan mereka sambil menahan beton kuda-kuda ruang kelas agar tidak menimpa anak-anak itu. Dia lantas meminta seluruh murid keluar. Nur mengatakan bahwa kejadian tersebut berlangsung begitu cepat.
”Ada dua anak yang minta tolong, tapi saya sudah tidak kuat menahan reruntuhan,” katanya.
Nur memastikan bahwa tidak ada hujan maupun angin saat bangunan buatan 2008 itu roboh. Setelah atap ambrol, dinding bagian timur ikut ambruk dan rata dengan tanah.
”Yang terpenting, anak-anak (murid, Red) selamat,” jelas Nur, yang masih terlihat shocksetelah insiden itu.
Sri Retnowati, guru lain, menambahkan, saat kejadian dirinya hendak membersihkan teras depan. Insiden tersebut terjadi 10 menit sebelum waktu pulang sekolah.
Namun,sebelum membersihkan teras,Sri melihat tanda-tanda plafon akan ambrol. Dia langsung berlari untuk mencari perlindungan sembari mengajak muridnya.
”Saya lihat plafon bengkah seperti mau runtuh dan ternyata runtuh beneran,” bebernya.
Total, menurut Sri, ada 38 murid di ruang tersebut. Sebanyak 18 anak merupakan murid TK B.Tapi, satu anak sakit sehingga tidak masuk. Sebanyak 20 anak sisanya merupakan murid pendidikan anak usia dini (PAUD) yang sudah pulang 20 menit sebelum insiden itu. Empat guru,yakni Nur, Sri,Nurgianti, dan Umi Wiyanti,berada di ruangan tersebut saat insiden itu terjadi.
”Selama ini kelasnya kami sekat untuk TK dan PAUD,” tambahnya.
Sukatni, warga yang rumahnya hanya berjarak 2 meter dari TK, mengungkapkan, saat kejadian dirinya mencuci baju di belakang rumah. Dia mendengar suara bruk dari depan rumah, disusul tangisan anak-anak. Sukatni buru-buru keluar dan mencari sumber suara.Ternyata, suara tersebut berasal dari TK PKK Kedungputri III yang ambruk.
”Langsung saya bantu evakuasi anak-anak yang masih berada di bawah reruntuhan bersama orang tua yang ada di sana,” bebernya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
