
Ilustrasi
JawaPos.com - Hampir tiga bulan terakhir harga cabai di Kaltim belum juga turun. Bahkan, cenderung stabil tinggi. Hal itu terpantau dari beberapa pasar besar di Kota Tepian.
Di Pasar Segiri, Samarinda, 1 kilogram cabai tiung dijual Rp 100–120 ribu. Sementara itu, cabai rawit harganya lebih menggigit. Yakni, Rp 125 ribu per kilogram. “Distributor bilang stok cabai memang tidak banyak. Jadi, harganya mahal,” keluh Rahmat Hidayat, pedagang cabai di Pasar Segiri, kemarin (2/2).
Dia mengatakan, saat ini, banyak yang membeli dalam jumlah kecil. Cukup sering dia mendengar omelan pembeli karena mahalnya harga cabai. Saat musim hujan tiba, pasokan cabai memang mulai langka. Seperti dikomando. Kemudian, timbul alasan gagal panen hingga terhambatnya distribusi karena cuaca buruk.
“Itu selalu berulang. Harusnya bapak pembuat kebijakan di dinas-dinas itu bertindak. Harga tinggi juga percuma kalau tidak ada yang mau membeli,” keluh Rahmat.
Di Pasar Pagi, Samarinda, harga cabai juga tak jauh berbeda. Cabai tiung dan rawit masih dijual kisaran Rp 100 ribu ke atas. Hanya cabai kering yang cukup miring, Rp 40 ribu per kilogram.
Pedagang di pasar tersebut juga mengeluhkan sepinya pembeli. Masnah, penjual cabai di Pasar Pagi tak bisa menyembunyikan raut wajah sebal. Sebab, stok cabai yang dimilikinya hampir membusuk.
“Biasanya, saya bisa menjual lebih dari 10 kilogram cabai per hari. Sekarang, jual 5 kilogram saja bisa empat hari lebih. Sudah belinya mahal di agen, tidak laku, pedagang kecil seperti saya hanya dapat angin,” kata dia.
Mahalnya harga cabai masih sama seperti sebulan lalu. Pedagang di Pasar Pandansari, Balikpapan, sebulan lalu juga menjual cabai dengan harga di kisaran Rp 100–150 ribu per kilogram. Bahkan, di Pasar Segiri Samarinda sempat menyentuh Rp 250 ribu per kilogram.
Keluhan para pedagang itu mendapat respons dinas terkait. Namun, pemangku kebijakan tersebut mengungkapkan tak bisa berbuat banyak. Hal itu dikatakan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kaltim Muhammad Yunus. “Kami hanya bisa terus memantau jalur distribusi. Kemudian menindak bila ternyata ada permainan harga,” sebut Yunus.
Dia mengatakan, ketergantungan Kaltim pada daerah lain untuk beberapa komoditas jadi kendala utama. Apalagi cabai. Yunus menyatakan, belum ada kawasan di Benua Etam yang khusus menjadi sentra produksi cabai.
Meski demikian, pihaknya telah bekerja sama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Bila ditemukan adanya permainan harga oleh oknum tertentu, mereka segera bertindak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Ibrahim, juga mengemukakan pendapat. Menurut dia, di samping distribusi yang agak terlambat, juga petani libur panen pada awal tahun. Kala itu, harga cabai di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tengah naik-naiknya. Tahu hal itu, cabai Kaltim yang baru panen dibawa ke sana.
Walaupun memang, dalam fenomena beberapa waktu lalu itu juga ada faktor hujan intensitas tinggi yang membuat cabai rusak sebelum dipanen. “Bukan petani dan pengepul yang menikmati (harga Rp 250 ribu per kilogram). Mereka paling menerima Rp 40–50 ribu per kilogram. Tapi, itu ulah oknum pedagang yang menahan stok berhari-hari,” ungkapnya.
Di Benua Etam, terang dia, ada tiga kabupaten/kota yang menjadi sentra komoditas tersebut. Yakni, Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), dan Balikpapan. Namun, dia mengatakan, hasil produksinya belum bisa merata.
Terang dia, saat ini dari keperluan total, 25 persen diimpor dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Maka itu, pihaknya mendorong agar tiap-tiap kabupaten/kota di Kaltim memenuhi keperluan lokalnya.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
