Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Februari 2017 | 16.32 WIB

Beda Sulami dan Rodiyah yang Badannya Sama-sama Kaku Bak Kayu

DIRAWAT BERDAMPINGAN: Sulami (kiri) dan Rodiyah menjalani perawatan intensif di RSUD dr Moewardi, Rabu (1/2). - Image

DIRAWAT BERDAMPINGAN: Sulami (kiri) dan Rodiyah menjalani perawatan intensif di RSUD dr Moewardi, Rabu (1/2).


JawaPos.com - Meskipun mirip, sama-sama puluhan tahun hidup kaku bak kayu, ternyata penyakit yang diderita Sulami dan Rodiyah, warga Kabupaten Sragen, Jawa Tengah berbeda. Ketua tim dokter RSUD Dr Moewardi Arif Nurudhin menjelaskan, kedua perempuan tersebut memang mempunyai gejala penyakit yang sama, yakni auto imun. Hanya saja, Sulami mengalami ankylosing spondylitis  disertai scleroderma atau kekakuan pada kulit.



Sedangkan Rodiyah menderita ankylosing spondylitis disertai dengan rheumatoid arthritis atau yang biasa dikenal dengan rematik. ”Secara klinis penyakit ini berbeda. Sehingga kita tidak bisa membandingkan lebih parah mana. Gejala berbeda, penanganan pun akan berbeda,” jelas Arif, Rabu (1/2).



Dikatakan Arif, tulang belakang Sulami sama sekali tidak bisa ditekuk. Tapi dia masih bisa berjalan menggunakan alat bantu. Berbeda dengan Rodiyah yang tidak bisa berjalan. Sebab yang diserang adalah sendi-sendi hingga bagian terkecil. Dengan begitu semua anggota tubuhnya kaku. Namun bukan berarti Rodiyah menderita penyakit lebih parah dari Sulami.



Semula, lanjut Arif, tim dokter berencana mengoperasi Sulami agar bisa duduk dan jongkok. Tapi ditunda karena kondisi pasien tidak memungkinkan dioperasi. “Yang kita lakukan saat ini melakukan medikamentosa yakni pemberian obat-obatan,” ungkap dia.



Upaya tersebut guna meningkatkan kualitas hidup Sulami. Sedangkan penyembuhan, masih perlu beberapa pemeriksaan dan analisa. ”Untuk Rodiyah, kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sehingga belum bisa memberikan penjelasan lebih detail,” terang Arif.



Dokter Spesialis Ortopedi RSUD Dr Moewardi Reiva Ermawan menambahkan, bagian tubuh Sulami yang masih bisa digerakkan terbatas pada jari kaki, tangan serta pergelangan kaki.



”Kondisi lutut tidak bisa serta merta langsung diluruskan. Kekakuan sendi dan ototnya sudah sangat keras. Saat ini memang bukan waktu yang tepat untuk operasi. Kalau dipaksakan, kami khawatir bisa terjadi infeksi pada pasien dan ini yang berbahaya,” urainya.




Selain indikasi infeksi, pada Sulami juga terjadi penebalan pembuluh darah vena di tangan dan kaki. Bila dilakukan operasi, lanjut Reva, akan terjadi komplikasi lebih buruk. (vit/wa)


Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore