Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Februari 2017 | 15.13 WIB

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Prof Joni Hermana, Gelar Profesor Hadiah untuk Ibu

Tentang Prof Joni Hermana - Image

Tentang Prof Joni Hermana

PERJALANAN menjadi guru besar merupakan ingatan yang paling emosional bagi Prof Joni Hermana. Awalnya, dia tidak pernah terpikir bisa menjadi profesor. Sejak kecil, cita-cita terbesarnya adalah menjadi doktor. Impian sejak kecilnya itu pun tercapai pada 1997. Joni meraih gelar doktor teknik lingkungan dari University of Newcastle, UK. Setelah itu, dia kembali ke ITS untuk mengabdikan diri.


Pikiran tersebut berubah saat dia mudik Lebaran ke Bandung pada 2005. Kala itu sang ibu sakit keras. Sesampai di Surabaya, dia terus memikirkan kondisi ibunya. Sampai terlintas di pikirannya untuk membahagiakan perempuan yang telah melahirkannya tersebut.


Satu tahun sebelumnya, sang ibu pernah bertanya tentang waktu wisuda Joni. Anak ke-8 di antara 11 bersaudara itu lantas bingung. Sebab, gelar pendidikan tertinggi sudah diraihnya. Rupanya, yang dimaksud sang ibu adalah menjadi profesor.


Keinginan untuk membahagiakan orang tua memacu semangatnya untuk mengurus gelar guru besar. Prosesnya cukup lama. Dibutuhkan dua tahun sampai surat keputusan (SK) profesor turun. Sayangnya, sebelum hal tersebut terwujud, sang ibu wafat. Untuk melegakan kesedihannya, Joni minta dikukuhkan pada 27 Januari 2008. Tepat satu hari sebelum ulang tahun ibunya. ’’Meski beliau tidak bisa melihat saya dikukuhkan, setidaknya saya sudah berusaha memenuhi keinginannya,’’ ujar Joni.


Lama berselang, Joni terus mengabdikan diri kepada ITS. Hingga 2011, jabatannya sebagai dekan fakultas teknik sipil dan perencanaan (FTSP) berakhir. Joni berniat mundur dari manajemen kampus dan menjadi dosen biasa. Namun, tampaknya takdir berkata lain. Pada pemilihan rektor 2015, banyak yang merekomendasikannya menjadi pimpinan tertinggi ITS. Awalnya, tawaran itu dia tolak. Tetapi, desakan dari orang-orang di sekitarnya makin kuat. Akhirnya, Joni menyerah. Dia mendaftar sebagai rektor. ’’Saya pikir belum tentu terpilih. Yang penting, saya sudah memenuhi keinginan teman-teman yang merekomendasikan,’’ ungkapnya.


Selama babak penyisihan, namanya terus menonjol. Dukungan pun makin deras mengalir. Bukan hanya dari para dosen dan petinggi ITS, tetapi juga dari para mahasiswa. Akhirnya, pada April 2015 Joni ditetapkan sebagai rektor ITS. ’’Ini amanah dari teman-teman,’’ tuturnya.



Karena sudah terpilih, Joni berupaya bekerja maksimal. Dia ingin, setelah masa jabatannya berakhir, ITS mampu menjadi kampus andalan di Indonesia. Saat ini Joni juga mempersiapkan kandidat yang bisa menjadi penerusnya. ’’Khususnya yang muda-muda, diharapkan bisa membuat inovasi dan terobosan-terobosan untuk kemajuan kampus,’’ tandasnya. (ant/c14/jan/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore