
ILUSTRASI
JawaPos.com - Niwen Khairiah akhirnya harus kembali mencicipi jeruji besi Lapas Kelas I-A Pekanbaru. Adik kandung Achmad Machbu alias Abob si raja minyak itu ditangkap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau di Jakarta kemarin (2/2).
Dia sempat menghilang sejak putusan Mahkamah Agung (MA) 2169 K/Pidsus/2015 dikeluarkan pada Februari 2016. Niwen divonis MA sepuluh tahun penjara.
Hukuman itu dijatuhkan karena Niwen terlibat sindikat penyelundup minyak Batam-Malaysia-Singapura. Dia memiliki rekening gendut hingga triliunan rupiah karena praktik illegal tersebut.
"Alhamdulillah, hari ini terpidana Niwen berhasil kami bawa dari Jakarta dengan pesawat Lion Air keberangkatan pukul 13.00 WIB," ujar Aspidsus Kejati Riau Sugeng Riyanta.
Begitu menginjakkan kaki di Pekanbaru, Niwen langsung digiring ke Lapas Kelas I-A Pekanbaru, Jalan Kapling, Kecamatan Bukit Raya. Dijelaskan Sugeng, eksekusi terhadap Niwen seharusnya dilaksanakan Kejari Pekanbaru. Tetapi, karena kejari tidak kunjung bergerak, Kajati Riau Uung Abdul Syakur memberikan perintah tegas agar proses eksekusi diambil alih tim supervisi yang dibentuk kejati.
"Benar sejak kurang lebih empat hari lalu kami melakukan supervisi tim eksekutor Kejari Pekanbaru agar secepatnya bisa mengupayakan eksekusi badan terhadap terpidana Niwen dan aset. Nah, tadi (kemarin, Red) tim yang melakukan eksekusi meÂrupakan gabungan antara tim supervisi dari kejati dan kejari," jelas Sugeng.
Selanjutnya, pihak kejati juga segera melakukan eksekusi terhadap aset Niwen. Rata-rata barang bukti serta aset tersebut berada di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Perinciannya, tanah dan bangunan sebanyak 8 unit serta 39 bukti pemilik kendaraan bermotor (BPKB).
"Eksekusi barang bukti dan uang pengganti masih terus diupayakan. Tim sudah bergerak cepat dan mudah-mudahan hasilnya juga maksimal," tambahnya.
Perjalanan kasus Niwen tergolong panjang. Niwen sempat divonis bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru pada Juni 2015. Berselang delapan bulan kemudian, tepatnya 17 Februari 2016, MA mengeluarkan putusan pidana terhadap Niwen seÂlama sepuluh tahun penjara.
Sejak saat itu Kejari Pekanbaru belum melakukan eksekusi. Hingga akhirnya pada 1 Februari 2017 kejati membentuk tim supervisi untuk melakukan upaya eksekusi cepat. (nda/c11/ami)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
