
Photo
JawaPos.com - Langkah Fraksi Partai Demokrat mengajukan hak angket terkait dugaan penyadapan pembicaraan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin dianggap berlebihan. Pasalnya, penyadapan itu hanya klaim SBY seorang.
Sebab, di dalam persidangan kasus penistaan agama, terdakwa Basuki Tjahaja Purnama hanya menyebutkan adanya bukti pembicaraan antara SBY-Ma'ruf. Dengan kata lain, bukti itu bukan berarti hasil penyadapan. "Hanya Pak SBY yang merasa disadap. Membuat angket hanya berdasarkan perasaan seseorang, it is to much, isn't it?" ujar Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira melalui pesan singkat, Kamis (2/2).
Untuk itu, dia meminta agar semua pihak lebih baik fokus penyelesaian sidang kasus penistaan agama saja. "Sehingga tidak bias kepada isu-isu lain diluar isu pokok. Masyarakat pun lelah dengan isu-isu yang sebenarnya tidak jelas juga dasarnya," sindirnya.
Sementara rekan satu partai Andreas, Masinton Pasaribu mengatakan, hak angket memang dijamin dalam UUD dan teknisnya diatur oleh UU MD3. Namun hak angket perlu dilihat urgensinya terlebih dahulu."Kalau saya pribadi belum melihat urgensinya," pungkas anggota komisi III DPR itu.(dna/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
