
Puluhan karung pupuk oplosan disita di Mapolres Sekadau,
JawaPos.com - Aparat kepolisian mengungkap kasus pengoplosan pupuk di Sekadau, Kalbar. Bukan hanya penjualannya, tapi sudah masuk dalam proses produksi, yakni home industry pupuk oplosan.
Polisi menggerebek home industry pupuk oplosan di SP III, Desa Padak, Kecamatan Belitang. Penggerebekan dilakukan jajaran Polsek Belitang dibantu Sat Reskrim Polres Sekadau, Selasa (31/1) sore.
“Totalnya ada 75 karung pupuk yang diduga oplosan berhasil kita sita dari penggerebekan itu,” ungkap Kapolsek Belitang Iptu Masdar dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Jumat (3/2).
Penggerebekan itu berawal dari informasi yang diterima pihak kepolisian dari masyarakat. Penangananya diserahkan ke Polres Sekadau. “Kita hanya mengamankan saja,” terang Masdar.
Pupuk yang diamankan itu, diracik sendiri oleh pemiliknya, Suyatno. Saat ini pupuk maupun sang pemilik sudah dibawa ke Mapolres Sekadau. Pupuk itu berwarna merah kecokelatan dan ada juga campuran putih. Diduga itu merupakan campuran pupuk jenis ponska, borat, KCL, rokpospat, dolomit, CU dan urea yang diperjualbelikan pelaku untuk petani sawit maupun padi dengan harga jual Rp 300 ribu per karung dengan berat 50 Kg.
Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu Muhammad Resky Rizal mengatakan, jajarannya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Suyatno. Polisi juga berencana memangil saksi ahli untuk mengetahui secara pasti kandungan pupuk dan efeknya terhadap tumbuhan. “Nanti kita akan panggil saksi ahli untuk meneliti kandungan pupuknya,” ucap Rizal.
Sejauh ini, pelaku memang tidak membawa brand atau merk tersendiri. Artinya, dia tidak memalsukan pupuk yang dihasilkan oleh pabrik pupuk berizin. Pelaku juga mengklaim tanaman yang menggunakan hasil pupuk rakitannya sangat subur.
Namun yang menjadi persoalan, pelaku melakukan proses peracikan pupuk dan menjualnya tanpa izin. Kondisi ini tentu bisa menimbulkan kerugian bagi para pembeli, apalagi jika khasiat pupuk tidak baik. “Pelaku kita ancam dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen,” tegas Rizal.
Dari hasil interogasi semnetara, Suyatno mengaku sudah beraktivitas hampir setahun. Namun proses peracikan tidak dilakukan setiap hari. “Pelaku juga meracik sendiri,” pungkas Rizal. (bdu/fab/JPG)

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
