
Ilustrasi:
JawaPos.com - Dedy Hermawan alias Herman, 36, warga Perum Depkes Blok C Nomor 2 Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang tidak menyangka keberaniannya melawan preman berujung masuk bui. Herman ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap seorang remaja pemalak, Diki Muhrizal, 15. Sedangkan temannya, Indra Murza, 22, masih dirawat intensif di RSUD Tidar akibat luka tusuk di bagian punggung.
Menurut keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Kedu, kronologi bermula ketika Herman dan temannya Fuad Prasetyo, 23, tengah menikmati secangkir kopi di Angkringan Jalan Beringin. Tepatnya di depan tempat hiburan karaoke ternama di Magelang Selatan, Rabu (1/2) sekitar pukul 01.30 WIB.
Di tengah obrolan sembari menyeduh kopi, Herman dan Fuad kedatangan remaja tak diundang. Diketahui, kedua remaja tersebut adalah Diki yang tercatat sebagai warga Kampung Tegalsari dan Indra warga Kampung Rejosari, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan. Mereka menghampiri pelaku dan saksi lalu meminta paksa uang serta perhiasan. Tentu saja keduanya menolak permintaan preman remaja tersebut.
Merasa tidak terima, Diki dan Indra langsung mendaratkan bogem mentah ke badan dan wajah Herman. Pukulan ini menyebabkan gigi Herman tanggal dan mengeluarkan darah segar. Merasa terpojok, Herman terpaksa mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya. Senjata yang biasa digunakan untuk mereparasi vapor alias rokok elektrik itu dihujamkan ke bagian tubuh dua pengeroyok tersebut. Keduanya lantas tersungkur ke tanah.
”Diki mengalami luka tusuk di bagian perut dan meninggal dunia di RSUD Tidar, Magelang lantaran kehabisan darah. Sementara Indra tertusuk di punggung dan harus mendapatkan perawatan intensif dari dokter,” terang Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani, Rabu (1/2).
Setelah menusuk kedua pelaku pemerasan hingga salah satu di antaranya tersungkur bersimbah darah, Herman buru-buru melarikan diri. Beberapa saat kemudian, setelah mendapat laporan, aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berhasil mengamankan Herman. Di rumah korban pemalakan sekaligus pelaku pembunuhan itu, polisi menemukan barang bukti sebilah pisau lipat yang digunakan untuk membela diri.
”Tersangka sudah kami amankan tanpa perlawanan. Sejauh ini kasus tersebut masih ditangani tim penyidik,” kata Esti.
Esti menegaskan, meski Herman melakukan serangan balik dengan dalih membela diri, ia tetap digolongkan melanggar hukum. Sebab, perlawanan ianggap berlebihan, hingga menimbulkan korban jiwa. Hal ini dikategorikan termasuk penganiayaan berat. Kini, Herman terancam jeratan pasal 338 KUHP ayat 3 tentang pembunuhan dengan ancaman kurungan badan maksimal 15 tahun. ”Kami akan terus mendalami kasus ini. Sementara korban sudah kami serahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan,” jelas Esti. (cr1/ton/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
