Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Februari 2017 | 05.12 WIB

Perlu Peran Aktif Orang Tua, Butuh Waktu agar Pelajar Sadar Tertib Lalu Lintas

PELANGGARAN: Aiptu Hermawan dari Polsek Tanggulangin menghentikan motor pelajar berboncengan tiga tanpa helm dan nopol Rabu (1/2). - Image

PELANGGARAN: Aiptu Hermawan dari Polsek Tanggulangin menghentikan motor pelajar berboncengan tiga tanpa helm dan nopol Rabu (1/2).

JawaPos.com – Satlantas Polresta Sidoarjo dan polsek jajaran membuktikan konsistensinya dalam menghilangkan fenomena pelajar bermotor di Kota Delta. Mereka terus melakukan penindakan di lapangan.


Berdasar rekapan pada bulan pertama tahun ini, tercatat sudah ada 4.340 pelajar yang mendapat hadiah surat tilang. Jenis pelanggaran terbanyak yang ditemukan petugas adalah tidak adanya surat izin mengemudi (SIM). Jumlahnya mencapai 2.137 pelanggar. Urutan kedua dan ketiga adalah berkendara tanpa helm dan tidak membawa surat tanda nomor kendaraan (STNK).


Meski sudah mengeluarkan ribuan surat tilang, polisi belum berhenti. Mereka berjanji terus melaksanakan penegakan hukum terhadap pelajar bermotor. Sikap tegas tersebut diharapkan bisa memberikan efek jera bagi para pelanggar.


Rabu (1/2) razia terhadap pelajar bermotor kembali dilakukan di berbagai kawasan. Hasilnya, petugas menemukan 276 pelanggar. Puluhan di antaranya terjaring di kawasan Porong. ’’Bukti komitmen kami menyelamatkan generasi bangsa,” jelas Kapolsek Porong Kompol Hery Mulyanto.


Hery mengatakan, pada tahun lalu jumlah kecelakaan lalu lintas dengan korban pelajar tidak sedikit. Karena itu, upaya pencegahan perlu ditingkatkan. Baik dari sisi sosialisasi maupun penindakan. ’’Harus benar-benar diantisipasi. Jangan sampai ada lagi kejadian yang melibatkan anak di bawah umur,” harapnya.


Dia mengungkapkan, pelajar tidak bisa sepenuhnya disalahkan ketika terlibat kecelakaan lalu lintas. Sebab, peran orang tua yang memberikan izin sebenarnya jauh lebih besar dalam mendukung adanya pelanggaran lalu lintas. ’’Jadi, bergantung orang tua. Mereka mau melarang anak atau justru memberikan kebebasan?” ujarnya.


Kapolsek Candi Kompol Kusminto menambahkan, dampak penindakan terhadap pelajar bermotor cukup banyak. Mulai berkurangnya angka kecelakaan sampai minimnya kegiatan balap liar. ’’Operasi pelajar bermotor akan digeber terus,” tegasnya.


Kusminto tidak menampik masih banyaknya pelajar yang nekat membawa motor ke sekolah. ’’Karena jumlah siswanya juga banyak. Mudah-mudahan penindakan yang sudah kami lakukan bisa membuat pelajar bermotor yang masih lolos dari pantauan berpikir berulang-ulang ketika memutuskan untuk nekat melanggar,” ungkapnya.


Mantan Kapolsek Taman tersebut memaparkan, penindakan bukan satu-satunya jalan yang ditempuh untuk menghilangkan fenomena pelajar bermotor. Menurut dia, upaya penyuluhan dengan memasuki sekolah-sekolah juga tetap dilakukan. ’’Memang butuh waktu yang tidak sebentar agar semuanya bisa sadar tertib berlalu lintas,” tuturnya.


Sementara itu, insiden kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa terjadi di Jalan Gubernur Sunandar, Krian, Selasa malam (31/1). Posisinya persis di sebelah selatan SDN Sidomulyo. Korban merupakan pengendara motor. Dia tewas di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala setelah terlindas truk tangki. Dari kartu identitas yang ditemukan, korban bernama Achmad Habibbullah. Pemuda 26 tahun tersebut tercatat sebagai warga Pandegiling Tengah, Tegalsari, Surabaya.


Berdasar informasi yang dihimpun, kecelakaan tragis itu terjadi pada pukul 23.30. Saat itu korban berkendara seorang diri dari arah utara. Di lokasi kejadian, motor Yamaha Vega bernopol L 6218 TD yang dinaikinya bermaksud mendahului truk tangki yang melaju dengan kecepatan rendah dari arah kiri.


Namun, belum sempat mendahului truk tangki muatan bahan bakar bernopol L 9467 UL itu, motor korban selip karena kondisi jalan licin. Nahas, tubuh korban justru terpelanting ke arah kanan dan masuk ke kolong truk. Habibbullah langsung terlindas roda bagian belakang sisi kiri truk tangki. Dia meregang nyawa di tempat kejadian perkara (TKP). Mahrujen, sopir truk tangki, lantas menghentikan kendaraannya.


Petugas kepolisian mengevakuasi korban ke RS Anwar Medika Balongbendo dan melakukan olah TKP untuk memastikan kronologi kejadian. ’’Beberapa warga juga kami mintai keterangan,” tutur Kapolsek Krian Kompol Widjanarko Rabu (1/2).



Jalanan yang licin karena guyuran hujan beberapa jam sebelumnya diduga menjadi penyebab awal motor korban terjatuh. Di sisi lain, keputusan korban untuk mendahului truk dari sisi kiri juga sangat disayangkan. ’’Jika mau mendahului seharusnya melalui sisi kanan,” kata perwira polisi dengan satu melati di pundak tersebut. (edi/c7/dio/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore