
AMAN: Dokter Dhita Karina SpKK mendemonstrasi- kan penghapusan tato dengan teknologi laser.
JawaPos.com – Memiliki tato permanen di tubuh, bagi sebagian orang, mungkin membuatnya bangga. Selain bernilai seni, tato memiliki filosofi tersendiri bagi orang bersangkutan. Namun, tidak sedikit di antara mereka yang berubah pikiran dan ingin menghapus tato di tubuhnya.
Bagaimana cara menghilangkannya? Tentu tidak mudah. Jalan satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menggunakan laser. Cara menghilangkan tato tersebut didemonstrasikan para dokter spesialis kulit dan kelamin serta dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi RSUD Sidoarjo saat launching Klinik Estetika di Poliklinik Eksekutif, Rabu (1/2).
Para dokter itu, antara lain, dr Rudy Wartono SpKK, dr Myrna Safrida SpKK, dr Dhita Karina SpKK, dan dr Ariek Desnantika SpBP-RE. ’’Selama ini banyak pasien yang datang dengan keinginan melakukan penghapusan tato permanen pada tubuhnya. Alasannya beragam. Seperti menikah, pekerjaan, dan kebosanan,’’ kata Ariek.
Namun, lanjut dia, yang bisa dilakukan saat itu hanya tindakan operasi. Hasilnya memang kurang bagus. Terdapat guratan-guratan yang cukup mengurangi estetika tubuh. Karena itu, laser merupakan salah satu cara medis yang cukup bagus untuk menghilangkan tato. ’’Banyak sekali pasiennya. Hampir setiap bulan ada yang ingin menghilangkan tato,’’ ungkapnya.
Selama ini tato dianggap sebuah seni yang menandai tubuh manusia. Dalam seni tato, tinta berwarna dimasukkan ke tubuh melalui lapisan kulit hingga membuat perubahan pada pigmen kulit. Karena itu, tato tidak mudah dihapus. ’’Mereka rata-rata memang ingin menandai tubuhnya karena art. Namun, dalam perjalanan hidup, kadang tiba waktunya mereka ingin menghapus tato yang menandai tubuh,’’ tambah Myrna.
Dia mengatakan, tato memang bisa dihapus. Namun, yang paling aman menggunakan cara medis yang tepercaya. Jika tidak, risikonya sangat besar. Salah satu kemungkinan yang paling banyak terjadi adalah munculnya alergi terhadap chemical yang bisa mengakibatkan infeksi pada kulit. Infeksi bisa terjadi karena penggunaan alat yang tidak steril. Parahnya, penghapusan tato tersebut bisa terjadi luka seperti jaringan parut.
’’Kalau jaringan parutnya melebihi luka bisa membuat keloid. Yang terjadi justru merusak estetika tubuh,’’ ungkapnya.
Menurut Myrna, penghapusan tato dengan laser saat ini dianggap cara yang aman. Risiko terjadinya jaringan parut pun kecil. Namun, penghapusan tato dengan laser tidak bisa langsung hilang. Setidaknya pasien harus menjalani 3–4 kali laser dengan jarak waktu sekitar 4 minggu. ’’Memang tidak bisa instan. Butuh waktu cukup lama. Bahkan, uang yang dikeluarkan bisa jadi lebih mahal daripada membuat tato,’’ ungkapnya.
Dhita menambahkan, dalam menghapus tato dengan laser, terdapat prosedur tertentu. Dokter harus mengetahui lebih dulu tato yang dibuat pasien. Mulai orang yang menato dari profesional atau biasa hingga warna tinta tato yang digunakan. Hal itu berkaitan dengan jenis tinta yang digunakan dan sangat memengaruhi proses penghapusan tato dengan laser. ’’Warna hitam paling cepat hilangnya dibanding merah. Biru dan hijau yang paling susah dihilangkan,’’ katanya.
Selain itu, riwayat kesehatan pasien harus diketahui. Misalnya, ada alergi atau infeksi kulit lain di sekitar area tato. Jika sudah memenuhi syarat tersebut, lanjut dia, pasien siap menjalani laser. Tahap yang biasa dilakukan adalah mendesinfeksi area tato lebih dulu. Setelah itu, area tersebut dioles anastesi topical untuk mengurangi nyeri dan didiamkan selama 30–60 menit. Kemudian, tato dilaser. ’’Pengerjaan laser ini memang tidak bisa hanya sekali. Harus berkali-kali hingga benar-benar memudar,’’ paparnya.
Ya, teknologi laser QS Nd Yag memang tidak hanya berfungsi untuk menghilangkan tato. Tetapi juga untuk skin rejuvenation (peremajaan kulit) dan kelainan-kelainan pigmen. Treatment laser tersebut merupakan salah satu bagian dari layanan di Klinik Estetika RSUD Sidoarjo yang baru dibuka.
Dirut RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan mengatakan, RSUD tahun ini memiliki Klinik Estetika yang menjadi fasilitas penunjang untuk masyarakat umum. Klinik tersebut menjadi wadah eklsplorasi para dokter spesialis kulit dan kelamin beserta dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi RSUD. ’’Klinik Estetika ini adalah impian kami sejak lama,’’ jelasnya.
Wadir Pelayanan RSUD Sidoarjo dr Syamsu Rahmadi mengungkapkan, Klinik Estetika menjadi bagian dari fasilitas RSUD, khususnya di Poliklinik Eksekutif. RSUD kini tidak hanya menangani orang-orang yang sakit, tetapi juga ingin membantu mengubah penampilan seseorang. ’’Sekarang ini penampilan cantik dan menarik adalah suatu kebutuhan,’’ ucapnya.
Karena itu, lanjut Syamsu, pihaknya juga ingin mengambil peran dalam kebutuhan tersebut. Dengan demikian, layanan RSUD pun semakin berkembang. ’’Selain menangani orang sakit, bisa menyelesaikan masalah kebutuhan penampilan seseorang,’’ jelasnya. (ayu/c15/hud/sep/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
