
HIJAB DAY: Anggota Women with Hijab Community membagikan jilbab pada Rabu (1/2) di Jalan Sultan Agung.
JawaPos.com – Puluhan ibu muda berpakaian serba-pink dari Women with Hijab Community (WWHC) Sidoarjo tampak berjajar rapi di Jalan Sultan Agung, Rabu (1/2) pagi. Tepatnya di depan Masjid Agung. Mereka, tampaknya, membagikan hijab gratis kepada para pengguna jalan yang melintas. Tidak butuh waktu lama, lebih dari 500 hijab pun terbagi.
’’Ayo silakan hijabnya, gratis,’’ teriak sejumlah anggota komunitas tersebut. Teriakan itu pun menarik perhatian para pengguna jalan yang lewat.
Bukan hanya pengendara yang tengah melintas, ibu-ibu yang sedang mengajak anaknya bermain di alun-alun pun ikut mendekat. Mereka turut mengambil jilbab gratis itu. Bahkan, sempat terjadi antrean. Selain kaum hawa, bapak-bapak terlihat ikut mengantre. ’’Buat istri saya di rumah, Bu,’’ kata salah seorang bapak saat akan mengambil hijab.
Selain membagikan ratusan jilbab, WWHC memberikan 200 majalah. Majalah itu berisi seputar perempuan. Dalam kesempatan tersebut, anggota WWHC juga berkampanye kepada pengguna jalan untuk mengenakan hijab. ’’Kalau anggota kami ada 242 orang. Tapi, ini yang datang sekitar 30-an orang,’’ kata, Evita Nur Priarti, koordinator acara.
Tidak semua anggota bisa datang karena terhalang kesibukan masing-masing. Menurut Evita, hijab yang dibagikan itu juga berasal dari anggota. Donasi tersebut bisa berupa hijab ataupun uang tunai. Bukan hanya dari anggota, donasi juga bisa diambil dari siapa saja yang mau berderma.
’’Biasanya kami sebarkan info donasi itu di media sosial kami di Facebook, WhatsApp, juga BlackBerry Messanger,’’ lanjut Evita.
Acara tersebut dilaksanakan kali kedua. Tahun lalu acara serupa dilangsungkan untuk menyambut Hari Hijab Internasional yang diperingati setiap 1 Februari. Hanya, tahun ini jenis hijabnya lebih variatif. Juga, jenis hijabnya lebih premium. ’’Tahun ini hijabnya lebih bagus,’’ jelas Evita.
Selain memberikan hijab, lanjut dia, anggota menyelenggarakan acara sosial rutin setiap minggu. Biasanya setiap Kamis. Acara itu mereka sebut socialaction. Lokasinya bergiliran. Kadang di pondok pesantren, panti asuhan, panti jompo, serta tempat lain yang membutuhkan. Acara tersebut juga kadang kondisional. Misalnya, saat ada warga yang terkena musibah seperti puting beliung maupun musibah yang lain, tangan-tangan anggota langsung tergerak.
’’Biasanya, dana yang kami dapat juga dari sisa belanja ibu-ibu ini yang disisihkan,’’ papar Evita.
Dia menambahkan, komunitasnya tidak hanya bergerak di bidang sosial, tetapi juga di bidang lain. Nilai spiritual anggota pun rutin di-upgrade. Yakni, melalui kajian atau pengajian rutin untuk seluruh anggota. Masalah yang dikaji pun beragam. Di antaranya, kajian tafsir dengan mendatangkan pengajar ahli serta kajian keagamaan yang lain. (uzi/c15/hud/sep/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
