Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Februari 2017 | 04.46 WIB

IMB Meningkat KPR Melejit, Pengembang Luar Daerah Semakin Agresif

PROSPEK BAGUS: Widi Hantono (kanan) dan Bayu Kurnoto Rabu (1/2) melihat maket mal baru Gresik. - Image

PROSPEK BAGUS: Widi Hantono (kanan) dan Bayu Kurnoto Rabu (1/2) melihat maket mal baru Gresik.

JawaPos.com – Sektor properti mengalami pertumbuhan signifikan. Pertambahan perumahan tidak hanya ditandai kenaikan jumlah pemohon pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB). Tetapi, juga peningkatan pinjaman kredit kepemilikan rumah (KPR) perbankan.


’’Memang ada kenaikan KPR untuk Gresik. Di sini (Gresik, Red), rumah banyak dicari,’’ ungkap Head of Consumer and Retail BNI Wilayah Surabaya Widi Hantono, Rabu (1/2). Pernyataan itu disampaikan di sela-sela BNI Fair 2017 di kompleks PT Petrokimia Gresik (PG). Kegiatan tersebut diikuti sejumlah pengembang besar.


Widi menjelaskan, pinjaman KPR naik cukup tinggi. Dibandingkan dengan 2015, nilainya naik 10 persen tahun lalu. Total KPR pada 2016 yang dikeluarkan BNI Gresik mencapai Rp 119 miliar. ’’Untuk tahun ini, prediksinya juga naik. Kami melihatnya dari gerak pengembang,’’ paparnya.


Dia menjelaskan, Gresik menjadi sasaran pengembangan properti. Persaingan properti semakin ketat dengan masuknya banyak pengusaha perumahan. Sebagian pengusaha berasal dari luar daerah. Mereka bukan pebisnis ecek-ecekan. Produknya berkelas. Sebagian berbentuk klaster yang nilainya mahal. ’’Sampai hari ini, 12 pengembang besar sudah berkomitmen dengan kami untuk membangun Gresik,’’ kata Widi. Dia melihat industri berpengaruh pada pertumbuhan properti. Daya beli masyarakat terus meningkat. Pekerja di Gresik tidak hanya membidik rumah di daerahnya. Banyak juga yang berinvestasi di daerah lain. Misalnya, di Surabaya dan Sidoarjo.


Kepala Cabang BNI Gresik Bayu Kurnoto menambahkan, pinjaman besar tidak saja berasal dari KPR. Pertumbuhan ritel juga mengerek kredit. Pembangunan gudang dan ruko berpengaruh pada pendapatan perbankan. ’’Dibandingkan dengan 2015, pertumbuhan pinjaman konsumer naik 30 persen. Banyak yang kredit untuk bisnis,’’ tuturnya.


Pengurus Bidang Perumahan Menengah dan Besar DPD Realestat Indonesia (REI) Jatim Achmad Z. Arief membenarkan banyaknya pengembang yang masuk ke Gresik. Dia memprediksi, persaingan bisnis properti lebih ketat. Terutama di perumahan komersial menengah ke atas. ’’Pengusaha punya strategi masing-masing. Untuk konsumen, kami pikir masih cukup banyak,’’ katanya.


Manajer pemasaran PT Bumi Lingga Pertiwi (BLP) itu menjelaskan, pengembang luar daerah tidak hanya berfokus pada perumahan. Mereka juga menggarap hunian vertikal berbentuk apartemen.


Bagi Arief, fenomena tersebut cukup menarik. Persaingan akan melahirkan banyak kreativitas. Ke depan, dia memprediksi banyak klaster perumahan tematik yang unik dan menarik.



Sekadar informasi, jumlah pengajuan IMB di Kota Pudak terus bertambah. Sektor properti mendominasi izin. Pembangunan rumah, ruko, dan gudang melejit. Dinas Penanaman Modal (DPM) dan PTSP Gresik mencatat, 530 IMB telah diterbitkan sepanjang 2016. Jumlah tersebut lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Yakni, 501 dokumen. (hen/c7/ai/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore