
PROSPEK BAGUS: Widi Hantono (kanan) dan Bayu Kurnoto Rabu (1/2) melihat maket mal baru Gresik.
JawaPos.com – Sektor properti mengalami pertumbuhan signifikan. Pertambahan perumahan tidak hanya ditandai kenaikan jumlah pemohon pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB). Tetapi, juga peningkatan pinjaman kredit kepemilikan rumah (KPR) perbankan.
’’Memang ada kenaikan KPR untuk Gresik. Di sini (Gresik, Red), rumah banyak dicari,’’ ungkap Head of Consumer and Retail BNI Wilayah Surabaya Widi Hantono, Rabu (1/2). Pernyataan itu disampaikan di sela-sela BNI Fair 2017 di kompleks PT Petrokimia Gresik (PG). Kegiatan tersebut diikuti sejumlah pengembang besar.
Widi menjelaskan, pinjaman KPR naik cukup tinggi. Dibandingkan dengan 2015, nilainya naik 10 persen tahun lalu. Total KPR pada 2016 yang dikeluarkan BNI Gresik mencapai Rp 119 miliar. ’’Untuk tahun ini, prediksinya juga naik. Kami melihatnya dari gerak pengembang,’’ paparnya.
Dia menjelaskan, Gresik menjadi sasaran pengembangan properti. Persaingan properti semakin ketat dengan masuknya banyak pengusaha perumahan. Sebagian pengusaha berasal dari luar daerah. Mereka bukan pebisnis ecek-ecekan. Produknya berkelas. Sebagian berbentuk klaster yang nilainya mahal. ’’Sampai hari ini, 12 pengembang besar sudah berkomitmen dengan kami untuk membangun Gresik,’’ kata Widi. Dia melihat industri berpengaruh pada pertumbuhan properti. Daya beli masyarakat terus meningkat. Pekerja di Gresik tidak hanya membidik rumah di daerahnya. Banyak juga yang berinvestasi di daerah lain. Misalnya, di Surabaya dan Sidoarjo.
Kepala Cabang BNI Gresik Bayu Kurnoto menambahkan, pinjaman besar tidak saja berasal dari KPR. Pertumbuhan ritel juga mengerek kredit. Pembangunan gudang dan ruko berpengaruh pada pendapatan perbankan. ’’Dibandingkan dengan 2015, pertumbuhan pinjaman konsumer naik 30 persen. Banyak yang kredit untuk bisnis,’’ tuturnya.
Pengurus Bidang Perumahan Menengah dan Besar DPD Realestat Indonesia (REI) Jatim Achmad Z. Arief membenarkan banyaknya pengembang yang masuk ke Gresik. Dia memprediksi, persaingan bisnis properti lebih ketat. Terutama di perumahan komersial menengah ke atas. ’’Pengusaha punya strategi masing-masing. Untuk konsumen, kami pikir masih cukup banyak,’’ katanya.
Manajer pemasaran PT Bumi Lingga Pertiwi (BLP) itu menjelaskan, pengembang luar daerah tidak hanya berfokus pada perumahan. Mereka juga menggarap hunian vertikal berbentuk apartemen.
Bagi Arief, fenomena tersebut cukup menarik. Persaingan akan melahirkan banyak kreativitas. Ke depan, dia memprediksi banyak klaster perumahan tematik yang unik dan menarik.
Sekadar informasi, jumlah pengajuan IMB di Kota Pudak terus bertambah. Sektor properti mendominasi izin. Pembangunan rumah, ruko, dan gudang melejit. Dinas Penanaman Modal (DPM) dan PTSP Gresik mencatat, 530 IMB telah diterbitkan sepanjang 2016. Jumlah tersebut lebih banyak daripada tahun sebelumnya. Yakni, 501 dokumen. (hen/c7/ai/sep/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
