
HARUS DITEPATI: Para kepala dinas menandatangani komitmen kinerja serta pakta integritas dengan disaksikan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan Didid Noordiatmoko dari Kemen PAN-RB.
JawaPos.com – Kinerja jajaran Pemkab Sidoarjo belum memuaskan. Masih ada ”catatan merah” dalam rapor hasil penilaian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). Dasarnya adalah survei penilaian kinerja pemkab se-Indonesia tahun lalu. Ada dua komponen yang dinilai dalam survei tersebut. Yakni, pelayanan publik dan integritas.
Untuk komponen pelayanan publik, Sidoarjo mendapat nilai yang cukup baik. Dari nilai minimal yang dipatok 3,2–4,0, nilai pemkab persis berada di batas bawah itu. ”Nilai pelayanan publik mencapai 3,2. Sudah memenuhi standar,” ujar Sekretaris Deputi Deputi Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemen PAN-RB Didid Noordiatmoko Rabu (1/2).
Sayang, poin integritas pegawai ternyata masih jeblok. Nilai yang diperoleh hanya 3,2. Padahal, batas bawah nilai yang ditetapkan Kemen PAN-RB adalah 3,6–4,0. Didid menyayangkan rendahnya poin integritas Sidoarjo. Sebab, jika dibandingkan dengan kabupaten lain, perkembangan Kota Delta sangat pesat. Salah satunya, kelengkapan infrastruktur seperti bandara terdongkrak. ”Dengan usia kabupaten yang menginjak 158 tahun, Sidoarjo harus mendapat poin yang lebih baik,” tegasnya.
Dia menyarankan Pemkab Sidoarjo segera memperbaiki kinerja. Misalnya, menyelenggarakan program atau kegiatan secara terfokus. ”Jika Sidoarjo merupakan daerah industri, fokus ke situ. Contohnya, perbaikan jalan karena dampak industri atau kesejahteraan pekerja,” terangnya. Dia meminta program yang dibuat pemkab tidak terlalu banyak. Difokuskan pada kebutuhan daerah. Prinsipnya adalah money follow the program. Tidak lagi mementingkan penyerapan anggaran.
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengakui, pemkab memang perlu memperbaiki kinerja. Hasil temuan Kemen PAN-RB harus segera ditindaklanjuti. Dia berharap kinerja pemkab semakin baik. Jajaran pemkab, lanjut dia, harus aktif mengabarkan perbaikan kinerja dan inovasi kepada masyarakat. Sebab, masyarakat tidak akan mengetahui pembenahan yang dilakukan pemkab jika tidak dibarengi dengan sosialisasi. ”Caranya menggandeng media,” ucapnya.
Dia menyampaikan, ada sejumlah permasalahan yang harus segera diperbaiki. Misalnya, masih banyak penyusunan rencana strategis pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum berorientasi hasil. Melainkan pada penyerapan anggaran. ”Hal itu berdampak pada pemborosan anggaran,” tuturnya. Sistem evaluasi kinerja juga belum menggambarkan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan atau SAKIP.
Menurut Saiful, perbaikan bisa dilakukan dengan memperbarui rencana strategi (renstra) perangkat daerah agar berorientasi hasil. Selain itu, memantau kinerja perlu menggunakan aplikasi sehingga pimpinan bisa memonitor. ’’Harus meningkatkan evaluasi akuntabilitas kinerja,’’ kata pria 67 tahun itu. (aph/c15/c16/pri/sep/JPG)

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
