
Ilustrasi
JawaPos.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap narkotika jenis baru yakni 4-Klorometkatinona atau 4-CMC. Narkotika asal Tiongkok itu di Indonesia lebih dikenal nama blue safir dan beberapa bulan ini telah beredar di Indonesia, khususnya Jakarta. Bentuk dari narkotika ini adalah cair.
Menurut Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan, cairan itu disebut blue safir lantaran warnanya yang biru muda cerah seperti air laut yang dilihat dari permukaan. Pria yang karib disapa Buwas ini juga berkata cairan itu akan dikeringkan hingga menjadi serbuk kristal putih layaknya narkotika jenis sabu.
"Blue safir ini sintetik turunan katinon berbentuk kristal putih. Namun bentuk edarnya di Indonesia ilegal berupa cairan warna biru," kata dia di kantornya, Cawang, Kramatjati Jakarta Timur, Kamis (2/2).
Jenderal bintang tiga ini juga berkata, dalam pemakaiannya, serbuk kristal ini dapat dicampur ke dalam berbagai macam minuman baik beralkohol dan biasa. Sama seperti narkoba lainnya, tujuannya adalah si pengguna bisa nge-fly ketika mengkonsumsinya.
"Jadi laboratorium kita sudah mengidentifikasi beberapa bentuk edar lainnya yaitu cairan berwarna coklat, cairan bening dalam kemasan botol warna hijau, dan cairan berwarna kuning," tambahnya.
Mantan Kabareskrim Polri ini juga berkata, senyawa 4-CMC sangat berbahaya bagi kesehatan, karena mempunyai efek stimulan seperti halnya sabu-sabu. Penggunanya kata Buwas bakal merasakan euforia, merasa senang, percaya diri, semangat dan aktif, agresif, gelisah, pusing, panik, halusinasi, dan insomnia.
Selain itu, berbicara ngelantur, dilatasi pupil, mulut kering, meningkatnya tekanan darah, dan pada dosis lebih tinggi dapat menyebabkan kejang, stroke, hingga koma. "Bahkan dapat mengakibatkan kematian bila berlebihan," tegasnya.
Dia menuturkan, BNN juga bersama Bea Cukai sudah menggagalkan penyelundupan narkotika itu. Dan kini total ada 50 liter cairan blue safir siap edar yang mereka amankan di Bandara Soekarno Hatta pada 13 Januari 2017 lalu. Dua tersangka dibekuk atas nama Edi Pidono Phe alias Edi (50) dan Hendro (34) di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta pada Selasa 17 Januari 2017, sesaat mendarat dari Singapura.
"Kita sita 50 liter. Nanti itu dikeringkan menjadi serbuk kurang lebih 42 kg beratnya. 1 Kg serbuk 4-CMC dapat menghasilkan 1.200 botol siap saji dengan volume 15 miligram tiap botol. Jadi 50 liter ini bisa jadi 50.400 botol. Ini harus jadi perhatian masyarakat karena ini jenis baru," tukasnya. (elf/JPG)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
