Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Februari 2017 | 03.01 WIB

Sosok Miss Universe 2017 tak Asing di Mata Anggun

Anggun C Sasmi - Image

Anggun C Sasmi

JawaPos.com - Miss Perancis Iris Mittenaere dinobatkan menjadi Miss Universe 2017. Iris berhasil mengalahkan 86 kontestan wanita canti sejagat lainnya termasuk kontestan asal Indonesia, Kezia Warouw.


Di mata penyanyi Anggun C Sasmi, sosok Iris sudah tak asing lagi. Pasalnya, sebelum berhasil melenggang ke ajang Miss Universe 2017, Iris ajang Miss France 2016. Pada ajang ini, Anggun merupakan salah satu juri di Miss France 2016.


“Tahun lalu untuk pemilihan Miss France 2016 saya termasuk di panel juri. Ada desainer juga saat itu. Ada sekitar 8 orang. Kita memilih Iris menjadi Miss France di 2016 dan dimajukan untuk Miss Universe dan ternyata menang,” jelas Anggun dalam peluncuran produk terbaru sampo Pantene antiketombe 2in1 di SCBD, Jakarta, Kamis (2/2).


Anggun menjelaskan, sosok Iris merupakan perempuan cantik yang tidak hanya cantik dari wajah tetapi juga dari kecerdasan. Menurut Anggun, seorang wanita cantik harus memiliki paket lengkap dari mulai pribadinya, wajah, dan kecerdasannya.


“Kriteria kita banyak sekali. Wanita cantik di Perancis kan banyak. Cantik itu enggak cukup, perempuan harus komplit yaitu pintar, berkelakuaan baik, inspiratif. Iris itu, pintar, baik, bicaranya sopan sekali,” ungkapnya.


Rupanya salah satu penilaian lainnya adalah seorang Miss France harus memiliki wajah cantik saat menangis. Sehingga jika memang menang dan harus mengenakan mahkota, akan tetap cantik jika menangis atau terharu. “Ternyata ada kriteria yang lucu, kita cari perempuan yang nangisnya cantik. Saat dinobatkan kan nangis tuh, nah Iris menangisnya cantik, elegan. Setelah itu oke deh,” kata Anggun tertawa.


Anggun memang sudah dua kali menjadi juri kontes kecantikan di Perancus. Saat itu dia tidak mengetahui secara pasti mengapa dipilih sebagai juri. Sebagai seorang imigran, Anggun mengaku bangga dengan apresiasi tersebut dan menunjukkan bahwa dunia ini tak ada lagi batasan.


“Saya sudah dua kali, sebelumnya tahun 2008. Menjadi juri meningkatkan karir enggak ada hubungannya tetapi bahwa di suatu negara enggak Cuma ada pribuminya dan saya di sana adalah imigran sehingga tak ada lagi batasan,” katanya. (cr1/JPG)

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore