
Ketua Umum MUI KH Ma
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) disebut-sebut meminta maaf kepada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi menyebut, pihaknya belum melihat secara langsung Ahok meminta maaf kepada Ma'ruf Amin. Begitu juga sebaliknya, Zainut Tauhid tidak mengetahui apakah Ma'ruf amin telah memberikan maaf kepada mantan Bupati Belitung Timur tersebut. "Itu hak beliau (Ma'ruf Amin) untuk memberikan maaf atau tidak," ujar Zainut di Gedung MUI, Jakarta, Kamis (2/2).
Sejauh ini, kata Zainut Tauhid, permintaan maaf Ahok baru lewat media. Bukan secara langsung.
Kendati demikian, anggota Komisi IV DPR ini meyakini bahwa Ma'ruf Amin akan memberikan maaf kepada pria yang tengah berusaha untuk menjadi gubernur pada periode kedua di DKI Jakarta itu. Begitu juga kepada kuasa hukum Ahok. Sebab memberikaan maaf kepada orang yang melakukan kesalahan merupakan kewajiban di ajaran Islam. "Beliau (Ma'ruf Amin) sebagai seorang ulama, siapapun yang meminta maaf pasti akan dimaafkan," katanya.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama, Ahok menyampaikan akan melaporkan ke aparat berwajib, karena keberatan dengan kesaksian Ketua MUI Ma'ruf Amin.
Bahkan pertanyaan-pertanyaan Ahok dan juga kuasanya hukumnya kepada Ma'ruf Amin terkesan bersifat memojokkan yang tak ubahnya seorang terdakwa yang sedang menjalani persidangan.
Ahok pun menuding Ma'ruf mendapat telepon dari Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono. Sebab dalam BAP-nya, Ma'ruf Amin tak menuliskan pekerjaannya pernah menjabat sebagai anggota Watimpres era Presiden SBY.
"Jelas saudara saksi menutupi riwayat pernah menjadi Watimpres Susilo Bambang Yudoyono," tegas Ahok setelah mendengarkan kesaksian Ma'ruf di Auditorium Kementan, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (31/1).
Mantan politikus Partai Gerindra ini juga menyebut Ma'ruf bertemu dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di Kantor PBNU pada tanggal 7 Oktober 2016. Sebelum pertemuan itu Ahok menduga Ma'ruf sempat menerima telepon SBY pada tangal 6 Oktober 2017.
"Dan tanggal 7 Oktober dan tanggal 6 Oktober ada bukti nelepon untuk diminta dipertemukan. Artinya saksi sudah tidak pantas jadi saksi," tegas Ahok.
Ahok juga menegaskan bila nantinya kesaksian Ma'ruf terbukti bohong, maka pihaknya bakal melaporkan ke polisi karena memberikan keterangan palsu. "Kalau berbohong kami akan proses secara hukum suadara saksi, untuk membuktikan bahwa kami memiliki bukti," tukas Ahok. (cr2/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
