
Warga Dusun Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon, waswas karena banyak ayamnya mati.
JawaPos.com - Ratusan unggas milik para pemilik ayam di Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen secara beruntun mati mendadak dalam sepekan terakhir ini. Sedikitnya 153 ayam mati mendadak dilaporkan ke Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Sragen. Laporan itu berasal dari 17 pemilik di Desa Gading, Kecamatan Talon.
Kepala Disnakan Sragen Aris Wardono mengatakan, petugas peternakan sudah mendatangi lokasi untuk memastikan penyebab kematian masal unggas tersebut. ”Tim sudah saya minta untuk meluncur, deteksi awal ada berapa dan persebarannya seperti apa,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (1/2).
Aris mengatakan, cukup banyak hasil keterangan warga terkait kematian ayam dan unggas tersebut. Sayangnya tidak ada ayam yang mati mendadak ketika petugas memeriksa di lokasi, termasuk tidak menemukan bangkainya. ”Karena petugas tidak menemukan unggas yang mati, tidak bisa dilakukan rapid test atau tes uji reaksi cepat. Tetapi karena jumlah ayam yang mati cukup banyak diindikasikan suspect flu burung,” terangnya.
Langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan penyemprotan pada kandang atau rumah, terutama yang memiliki ayam pemeliharaan. Penyemprotan akan dilakukan selama pagi dan sore dalam tempo satu pekan. ”Sudah kami beri penyuluhan, semprotan desinfektan diserahkan pada ketua RT setempat,” bebernya.
Pihaknya juga sudah gencar sosialisasi tentang bahaya dan ancaman flu burung lewat radio. Imbauan untuk waspada flu burung disampaikan lantaran kondisi cuaca saat ini rentan terjadi serangan penyakit dan unggas.
”Kondisi cuaca saat ini memang perlu diwaspadai, pertama kali bertugas di Disnakan, saya mewanti-wanti soal kemungkinan penyakit hewan,” ujarnya
Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Hewan Nanik Mulyani mengatakan, pihaknya tidak menemukan sampel ayam mati. Tetapi dengan adanya laporan banyak ayam mati ini kemungkinan besar suspect flu burung.
”Sayangnya tidak bisa melakukan uji sampel reaksi sepat karena ketika tim datang tidak ditemukan bangkai,” kata Nanik.
Nanik mengatakan, memang di sekitar kediaman warga, ada juga kandang ternak ayam potong. Namun tidak terdampak karena penyemprotan kemungkinan dilakukan lebih sering. Kondisi ini perlu diwaspadai agar tidak menular ke manusia. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan puskesmas setempat. “Kami tadi juga bersama dari Puskesmas Tanon. Intinya jika ada warga yang demam di wilayah yang banyak ayam mati, segera dibawa ke puskesmas,” ujarnya. (din/bun)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
