
MULAI ADAPTASI: Pembalap Ducati Jorge Lorenzo terus melakukan penyesuaian dengan motor dan tim barunya.
JawaPos.com- Cukup sulit membaca peta kekuatan tim-tim MotoGP pada musim 2017 jika melihat hasil uji coba pramusim pertama di Sepang yang hanya berlangsung tiga hari. Yang lebih mudah adalah menilai siapakah di antara rider-rider top itu yang lebih cepat beradaptasi dengan motor barunya.
Seperti yang diprediksi sebelumnya, pembalap baru Yamaha Maverick Vinales langsung nyetel dengan YZR-M1. Bahkan, rider 22 tahun itu sendiri kaget dengan performa motornya yang begitu pas dengan riding style-nya.
Di hari pertama, dia mengaku sudah menemukan cara untuk mendapatkan waktu lap yang cepat. Namun, masih kesulitan dengan race pace. Yakni, konsisten cepat hingga akhir lomba. Pada hari kedua dan ketiga, Vinales senang dengan kemajuan yang didapat. ’’Aku melakukan banyak sekali lap dengan menggunakan ban bekas dan aku kaget karena motorku bekerja dengan sangat baik,’’ ungkapnya.
Pada hari terakhir kemarin, Vinales bersaing dengan juara bertahan asal Honda Marc Marquez sebagai rider tercepat. Itu menjadi sinyal bahwa dua pembalap muda tersebut bakal berduel sengit musim ini. Keduanya akan sangat kuat di sesi kualifikasi. Berbeda dengan Valentino Rossi yang sering lemah pada penentuan posisi start.
Yang juga langsung setel dengan motornya adalah Andrea Iannone bersama Suzuki GSX-RR. Yang paling sulit beradaptasi dengan motor baru adalah Jorge Lorenzo. Meskipun situasinya terus membaik dari hari ke hari. Seperti yang dikatakan Casey Stoner, Ducati dan Yamaha itu ibarat ’’kutub utara’’ dan ’’kutub selatan’’.
Bagi Lorenzo, yang tak pernah berganti tim selama delapan musim di MotoGP, situasinya tentu lebih sulit. Bahkan, Stoner tidak yakin bisa membantu Lorenzo beradaptasi dengan cepat. ’’Dia butuh waktu,’’ ucapnya.
Lorenzo mengatakan, Desmosedici GP17 berpotensi merebut kemenangan di race seperti tahun lalu. Yang dia butuhkan adalah menemukan limit. Dalam tiga hari uji coba, Lorenzo membuktikan kelas sebagai rider juara dunia. Catatan waktunya terus membaik. Artinya, dia mulai menemukan limit dari motornya. ’’Aku masih harus menemukan feeling saat melakukan pengereman. Aku masih belum tahu cara mengerem dengan efektif,’’ ujarnya.
Jadi berapa lama Lorenzo bisa beradaptasi dengan motor barunya? Kita lihat perkembangannya di uji coba berikutnya di Australia 15–17 Februari. (*/c19/nur)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
