Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Februari 2017 | 20.19 WIB

Ahok Cerminan Pemimpin yang Selalu Curigai Rakyat

Ketua KNPI DKI Jakarta Ichwanul Dault - Image

Ketua KNPI DKI Jakarta Ichwanul Dault

JawaPos.com - Polemik isu penyadapan yang pembicaraan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin, sebagaimana yang dikemukakan oleh Basuki Tjahaja Purnama, menunjukkan bahwa karakter dari pria yang biasa disapa Ahok itu pemimpin yang selalu mencurigai rakyat.


Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta, Ichwanul Dault menuturkan, kasus dugaan penyadapan yang dilakukan Gubernur DKI nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan cerminan pemimpin yang selalu mencurigai rakyatnya.


"Saya mau memulai dari rumus lord acton yang menyatakan "power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely," kata Ichwanul Dault dalam keterangn persnya yang diterima JawaPos.com, Kamis (2/2).


Lebih jauh dia menuturkan, jika benar telah terjadi penyadapan terhadap Pak SBY dan KH Mar'uf Amin, maka kesewanang-kesewenangan telah terjadi di negeri ini.


Menurut pria yang biasa disapa Anul itu, pihak yang bisa menyadap secara legal di negara ini hanya lembaga tertentu, seperti Polri, BIN, kejaksaan dan lembaga alat negara lainnya yang telah diatur undang-undang.


"Bila orang seperti Ahok yang hanya kepala daerah saja terindikasi bisa juga melakukan penyadapan, seperti klaim dari tim hukumnya yang menyatakan memiliki data percakapan SBY, pasti ada yang salah dalam pengaturan kekuasaan di negara ini," ucap Anul.

Anul menegaskan, bahwa pemimpin yang gemar melakukan penyadapan itu adalah cerminan sikap pemimpin yang selalu mencurigai rakyatnya sendiri. Dikatakannya, apabila bila benar dugaan sadap ini terjadi dan korbannya adalah seorang mantan presiden, maka negara harus segera hadir


"Negara harus hadir dalam menyelesaikan dugaan kasus sadap ini agar terang benderang dan negara tidak dipojokkan lagi dengan stigma publik mengenai hukum tebang pilih, serta hukum yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas dan ke samping,"  pungkas Anul. (iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore