
Ilustrasi
JawaPos.com -PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan perolehan kontrak baru Januari 2017 sebesar Rp 5,1 triliun. Jumlah itu mencapai 11,46 persen dari target kontrak baru tahun 2017 sebesar Rp 43 triliun.
Menurut Direktur Keuangan WIKA, Steve Kosasih, jumlah ini enam kali lebih banyak dari jumlah kontrak yang diperoleh WIKA pada Januari 2016. "Di bulan Januari, sampai kemarin, kita sudah dapat kontrak baru yang kita menangkan Rp 5,1 triliun. Ini 11,76 persen dari target tahun ini Rp 43 triliun. Kita cukup optimistis tahun ini, bahwa dalam sebulan saja kita bisa dapat lebih dari 10 persen dan itu hampir 6 kali lipat dari pencapaian kontrak Januari 2016," katanya seperti ditulis Indopos, Kamis (2/2).
Dia mengatakan, perolehan kontrak baru itu terbesar datang dari proyek-proyek infrastruktur seperti jalan tol, bendungan, dan jembatan. Namun demikian, dia tak bisa merinci nama proyek yang telah dimenangkan karena belum seluruhnya dilakukan penandatanganan secara resmi.
"Sekarang kebanyakan masih dari infrastruktur dan bangunan. Ada satu proyek yang menarik adalah proyek Mandalika. Di situ kami membangun resort di Mandalika dan bikin air minum dalam kemasan. Di Mandalika, akan memanfaatkan penjernihan dari air laut, jadi air tawar. Namanya Mandalika Eco Water," ungkap Steve.
WIKA di tahun 2017 menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 43,24 triliun. Dengan komposisi perolehan kontrak dari 2017 diproyeksikan berasal dari pemerintah 29,8 persen, BUMN 30 persen, dan swasta 40,2 persen.
WIKA mencatat perolehan kontrak baru luar negeri tahun 2017 hingga akhir Januari ini sebesar Rp 300 miliar. Jumlah ini berasal dari proyek pembangunan dua jembatan dari Timor Leste dan juga proyek infrastruktur lainnya di Dubai.
"Untuk luar negeri, tahun 2017 kontrak baru kita sekitar Rp 300 miliar. Sebagian besar itu ke Timor Leste sekitar Rp 200an miliar. Ada yang di Timur Tengah juga, bangun infrastruktur jalan dan jembatan," ujarnya.
Pada saat ini, emiten berkode saham WIKA itu telah menjalankan bisnis jasa konstruksinya di Arab Saudi, Aljazair, Malaysia, Myanmar dan Timor Leste. Kontribusi bisnis di luar negeri terhadap pendapatan perseroan sendiri masih relatif kecil, namun diharapkan terus meningkat di masa mendatang. (ers/nas/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
