
MELESAT: Pembalap veteran Yamaha Valentino Rossi saat rangkain tes pramusim di Sirkuit Sepang Malaysia.
JawaPos.com- Bagian pertama uji coba pramusim sedikit menguak peta kekuatan tim-tim utama menjelang dibukanya kalender balap MotoGP 2017. Sejatinya tidak banyak yang bisa disimpulkan. Sebab, tiga hari di Sepang tim-tim menguji banyak paket pengembangan yang dihasilkan selama musim dingin lalu.
Honda membawa masalah akselerasi yang dirasakan sejak uji coba post season di Valencia pada November 2016. Terutama menghadapi entakan power mesin ketika keluar tikungan. Honda kemudian mengubah konsep pembakaran mesin dari ’’screamer’’menjadi ’’big bang’’.
’’Aku tidak tahu apakah ini big bang atau bukan. Tapi, ini adalah mesin dengan karakter yang berbeda. Jadi, kami harus mempelajarinya lebih dalam,’’ ucap bintang Repsol Honda Marc Marquez kepada Jawa Pos.
Rider 23 tahun itu merasa motornya lebih baik jika dibandingkan dengan saat datang di Malaysia awal tahun lalu. Walaupun dia merasa soal akselerasi tetap menjadi masalah yang belum bisa diatasi sepenuhnya. Begitu keluar tikungan dan membuka gas kali pertama, entakan power mesin membuat roda belakang mengalami spin. ’’Butuh strategi berbeda untuk memanfaatkan power mesin dan mendapatkan kembali grip ban,’’ ucapnya.
Kabar baiknya adalah Honda bisa berfokus mengatasi masalah corner exit tersebut. Sebab, menurut Marquez, hanya itulah masalah besar pada motor terbarunya. Dia percaya bahwa dengan sedikit penyesuaian sasis dan lengan ayun, masalah tersebut bisa dikurangi. ’’Tetapi, yang terpenting adalah fokus pada elektronik,’’ lanjutnya.
Marquez tampak beberapa kali menggelengkan kepala setiap turun dari motor saat masuk pitlane. Dari mimik wajahnya dia tidak puas dengan motornya.
Soal catatan waktu yang masih kalah oleh rider-rider rival, Marquez menyatakan tidak khawatir. Menurut dia, tujuan uji coba di Malaysia ialah memahami bagaimana motor barunya bekerja. Juga untuk mengatasi masalah yang ditemukan saat uji coba tahun lalu. ’’Kami di sini bukan untuk mengejar lap time. Tentu kalau catatan waktu kami terus membaik, itu bonus saja,’’ tandasnya.
Secara terpisah, Valentino Rossi yakin Marquez dan Honda masih menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya di Malaysia alias sandbagging.
Yamaha juga membawa inovasi fairing untuk menggantikan peran winglet yang menjadi barang terlarang musim ini. Peranti aerodinamika itu tersembunyi di balik fairing bawah. Bentuknya seperti sirip hitam dengan tiga lubang kotak yang menempel pada fairing.
Rossi menyatakan, tim memintanya untuk tidak berbicara banyak mengenai pengganti winglet tersebut. ’’Tetapi, kesan pertamaku... cantik,’’ ucapnya.
Rider 37 tahun itu juga menyatakan, motornya menjadi lebih mudah dikendarai. Dia menyebut peranti tersebut akan berguna saat digunakan dalam balapan, khususnya pada paro kedua lomba. Rider bisa lebih menghemat tenaga dan ban hingga lap-lap akhir.
Untuk musim 2017, setiap inovasi fairing harus mendapat persetujuan dari Direktur Teknik MotoGP Danny Aldridge. Untuk kasus Yamaha, dia mengatakan bahwa fairing tersebut sudah mendapat lampu hijau dan tidak melanggar aturan.
Memasuki musim 2017, kondisi di internal Yamaha berubah. Terutama dengan hengkangnya Jorge Lorenzo ke Ducati dan kehadiran Maverick Vinales. Ketika Vinales berulang tahun 12 Januari lalu, Rossi tampak ikut merayakan dalam suasana guyub. Namun, banyak yang memprediksi bahwa bulan madu itu tidak akan berumur panjang. ’’Secara personal, hubunganku dengan Vinales baik. Ini membuatku bisa lebih tenang, lebih santai, dan fokus menghadapi musim ini,’’ ungkapnya.
Hasil tiga hari uji coba pertama di Sepang, Malaysia, menunjukkan bahwa Yamaha bisa jadi lebih siap menghadapi musim 2017. Rabu (1/2), pada uji coba terakhir, Vinales mencatat waktu terbaik 1 menit 59,368 detik. Catatan itu berselisih sangat pendek 0,138 detik jika dibandingkan dengan Marquez.
Honda sendiri diprediksi akan menyelesaikan masalah akselerasi pada sisa dua kali uji coba di Australia bulan depan dan Qatar (Maret). Yang pasti, MotoGP 2017 akan lebih seru karena persaingan bakal lebih ketat dan tidak hanya didominasi Honda dan Yamaha. (*/c4/nur)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
