
Muhamad Yusup, buronan interpol yang berhasil di ringkus di Lombok, NTB.
JawaPos.com - Muhammad Yusup, warga Lombok Timur (Lotim) terduga peredaran narkotika internasional yang ditangkap di sebuah hotel di Lombok Tengah 26 Januari lalu, ternyata juga buronan dari Kepolisian Brunei Darussalam dan Kepolisian Internasional (Interpol).
Rekam jejak kejahatan pelaku terjadi sekitar April 2011 silam. Yusup yang ketika itu menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Brunei Darussalam, disebut terlibat sejumlah perampokan bersenjata disana.
Tak tanggung-tanggung, aksi kejahatannya dilakukan di tiga lokasi berbeda. Dalam aksinya itu, Yusup diketahui beraksi kerap bersama lima orang kawannya. Empat orang merupakan warga negara Indonesia dan satu orang lainnya asal Brunei Darussalam.
Guna menghindari penangkapan polisi, Yusup kembali ke Indonesia. Hingga akhirnya dia ditangkap petugas gabungan dari BNN NTB, Bea Cukai, kepolisian, TNI, BIN NTB, dan Angkasa Pura I, dalam kejahatan narkotika internasional.
”Ada tiga TKP yang di Brunei,” kata Kabid Berantas AKBP Denny Priadi seperti ditulis Lombok Pos (Jawa Pos Group), Kamis (2/2).
Selama beraksi di Brunei, Yusup dikenal dengan nama Muhammad Malik Gerhana. Dia juga diketahui sebagai ketua dari Grup Usop, komplotan perampok menakutkan di di Brunei.
Nama Muhammad Malik Gerhana, masuk dalam daftar Red Notice yang dikeluarkan Interpol. Dalam keterangan di Red Notice tersebut, yang bersangkutan menjadi buronan dari kepolisian Brunei Darussalam.
Menindaklanjuti penangkapan Yusup alias Muhammad Malik Gerhana, Denny mengakui telah melakukan koordinasi dengan BNN Pusat. Informasi penangkapan tersebut, juga disampaikan kepada kedutaan Brunei dan Interpol.
”Sudah kita informasikan, sementara masih menunggu informasi lanjutan dari BNN Pusat,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya Yusup ditangkap dalam sebuah pengintaian yang dilakukan polisi menyusul tertangkapnya Mohd Redzuan, asal Malaysia di Lombok International Airport (LIA). Yusup ternyata merupakan pemesan 127,44 gram narkoba jenis sabu yang diselundupkan Redzuan dari Malaysia. (dit/r2/nas/JPG)

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
