
Rahmat dan Imam terdakwa pemerkosa dan pembunuh saat menunggu jadwal sidang di ruang sidang 5 PN Kota Tangerang, kemarin (1/2).
JawaPos.com - Sidang pembunuhan sadis disertai pemerkosaan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, kemarin (1/2). Kedua terdakwa Rahmat Arifin, 24, dan Imam Hapriyadi, 24, di depan sidang tetap bersikukuh tak terlibat kasus pembunuhan keji tersebut.
Keduanya tidak mengaku membunuh Eno Farihah, 19, yang ditemukan tewas dengan cara kemaluannya dimasukkan gagang cangkul. Jadwal Rabu (1/2) adalah pembacaan nota keberatan atau pledoi setelah pekan lalu keduanya dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU).
Saat tiba di PN Tangerang, kedua terdakwa yang mengenakan peci, celana panjang hitam, kemeja putih dan rompi tahanan itu terlihat sangat lesu. Saat datang keduanya langsung didudukkan di ruang sidang.
Kedua terdakwa duduk bersebelahan tanpa ekspresi sambil menunggu sidang dimulai. Keduanya sama-sama menunduk lemas dan tak berbicara sepatah kata. Tangan mereka terborgol. ”Saya bukan pelaku sebenarnya,” terang Imam saat membacakan nota pembelaan di depan majelis hakim yang menyidangkan kasusnya.
Menurutnya, dia datang ke kamar Eno hanya berniat ingin menanyakan kabar korban. Namun, dirinya tiba-tiba saja ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian yang mengusut kasus pembunuhan sadis tersebut. Senada juga disampaikan Rahmat. Dia secara tegas mengaku tak terlibat kasus pembunuhan yang menggemparkan tersebut.
Dia mempertanyakan status ditetapkan tersangka oleh polisi lantaran hanya mengirim short messaga service (SMS) kepada korban. Dalam pledoinya, Rahmat berharap agar majelis hakim berpikir ulang sebelum memberi putusan hukuman maksimal terhadap dirinya.
”Apakah SMS yang saya kirim ke dia (Eno, Red) bisa membuat saya menjadi tersangka? Tolong tinjau kembali yang mulia hakim,” ucap Rahmat dengan pelan.
Menurutnya, dia sempat diancam polisi untuk mengakui sebagai pelaku pembunuhan yang terjadi di kamar kos di Jalan Raya Prancis, Dadap, Kosambi, Tangerang. Bahkan, Rahmat menyebutkan ada anggota polisi yang menodongkan senjata apinya saat memberi ancaman tersebut.
”Saat pemeriksaan berjalan saya diancam dengan senjata api. Saya yang jelas-jelas tidak bersalah terpaksa harus mengakui kesalahan yang tidak saya perbuat,” kata Rahmat.
Intimidasi yang dia terima membuat Imam tertekan. Rasa takut yang dialami terpaksa membuatnya mengaku terlibat dalam peristiwa pembunuhan itu. Iman juga mengaku turut mendapat intimidasi dari polisi. Petugas memaksa agar dirinya mengakui sebagai pelaku.
”Mata saya ditutup dengan lakban. Kepala saya dipukul dan dipaksa makan puntung rokok. Akhirnya saya terpaksa mengaku,” ungkap Imam juga.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Arlon Simanjuntak ketika dihubungi INDOPOS (Jawa Pos Group) enggan memberikan komentar lebih jauh terkait pengakuan kedua terdakwa kasus pembunuhan Eno Parliah tersebut. Dia mengaku penyidik telah melakukan tugasnya sesuai ketentuan yang berlaku membongkar kasus pembunuhan sadis tersebut.
”Saya kan disini baru (bertugas). Tapi saya yakin penyidik sudah melaksanakan tugasnya sesuai dengan KUHAP. Tidak mungkin ceroboh menyelidiki suatu kasus. Polisi pasti menyampaikan dan memperlihatkan surat perintah penangkapan,” terangnya. (fer/yuz/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
