Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Februari 2017 | 13.36 WIB

Inflasi Tertinggi dalam Tiga Tahun

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Naiknya sejumlah tarif membuat inflasi Januari tahun ini menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Inflasi terutama disebabkan beberapa komponen administered price atau harga yang diatur pemerintah. Di antaranya, tarif listrik serta biaya administrasi STNK dan BPKB.

Inflasi Januari mencapai 0,97 persen (month-to-month), sedangkan secara year-on-year mencapai 3,49 persen. Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto menyatakan, kenaikan biaya administrasi STNK dan BPKB memberikan andil inflasi di sektor transportasi sebesar 0,23 persen.

Penyumbang lainnya adalah kenaikan tarif pulsa telepon, yaitu 0,14 persen, sedangkan kenaikan harga BBM hanya 0,08 persen. Dari sektor perumahan, air, listrik, dan gas, ada penyumbang inflasi dari tarif listrik, khususnya pelanggan daya 900 VA, yakni 0,19 persen.

Sementara itu, volatile foods atau bahan makanan dengan harga fluktuatif, lanjut Kecuk, turut memberikan dampak pada inflasi, namun tidak terlalu besar. ''Inflasi di bahan makanan hanya 0,66 persen. Ini lebih rendah daripada inflasi umum. Artinya relatif terkendali,'' jelasnya di kantornya kemarin.

Penyumbang inflasi dari bahan makanan adalah naiknya harga cabai rawit dengan andil 0,10 persen. Lalu, ada ikan segar dengan andil 0,07 persen. ''Tapi, sebaliknya, ada beberapa harga komoditas yang turun, yaitu cabai merah -0,08 persen dan bawang merah -0,06 persen,'' katanya. 

Kecuk menambahkan, inflasi domestik selama 2017 akan menemui banyak tantangan, bukan hanya yang berasal dari dalam negeri, namun juga dari kondisi global. Karena itu, pemerintah maupun Bank Indonesia (BI) harus menyusun langkah-langkah strategis untuk mengendalikan angka inflasi sepanjang tahun ini. 

''Dari sisi eksternal, ada kenaikan harga komoditas global, termasuk minyak. Akibatnya, ada penyesuaian harga BBM (di Indonesia). Dari internal, ada kenaikan administered price,'' ungkapnya. Untuk Januari ini, inflasi administered price mencapai 2,57 persen. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menuturkan, kenaikan biaya administrasi STNK dan BPKB hanya akan memberikan dampak jangka pendek. Dia menjelaskan, masyarakat hanya kaget dengan kenaikan yang mencapai 300 persen. Kenaikan tersebut tidak akan berdampak pada bulan-bulan selanjutnya. ''Hanya Januari saja, ini lebih karena shocked,'' ucapnya kemarin. 

Namun, Sasmito menegaskan, yang harus diwaspadai pada Februari ini adalah kenaikan tarif listrik bagi pelanggan 900 VA. Dia mengungkapkan, 40 persen pelanggan listrik daya tersebut merupakan pelanggan prabayar. Karena itu, kenaikan tarif listrik langsung berpengaruh pada inflasi Januari. Sisanya, 60 persen pelanggan pascabayar, akan memberikan dampak pada inflasi bulan ini.

Selain tarif listrik, dia juga menyatakan bahwa harga beras harus menjadi perhatian pemerintah. ''Sejak Desember, harga gabah naik terus. Pada Januari ini, harga gabah naik 2,8 persen. Nah, begitu jadi beras kan dijual pada Februari. Harga gabah pasti lebih tinggi jika sudah jadi beras. Itu juga perlu diwaspadai. Tapi, biasanya, angka inflasi Februari lebih rendah daripada Januari,'' tuturnya. (ken/c23/sof) 

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore