
Photo
JawaPos.com - Naiknya sejumlah tarif membuat inflasi Januari tahun ini menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Inflasi terutama disebabkan beberapa komponen administered price atau harga yang diatur pemerintah. Di antaranya, tarif listrik serta biaya administrasi STNK dan BPKB.
Inflasi Januari mencapai 0,97 persen (month-to-month), sedangkan secara year-on-year mencapai 3,49 persen. Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto menyatakan, kenaikan biaya administrasi STNK dan BPKB memberikan andil inflasi di sektor transportasi sebesar 0,23 persen.
Penyumbang lainnya adalah kenaikan tarif pulsa telepon, yaitu 0,14 persen, sedangkan kenaikan harga BBM hanya 0,08 persen. Dari sektor perumahan, air, listrik, dan gas, ada penyumbang inflasi dari tarif listrik, khususnya pelanggan daya 900 VA, yakni 0,19 persen.
Sementara itu, volatile foods atau bahan makanan dengan harga fluktuatif, lanjut Kecuk, turut memberikan dampak pada inflasi, namun tidak terlalu besar. ''Inflasi di bahan makanan hanya 0,66 persen. Ini lebih rendah daripada inflasi umum. Artinya relatif terkendali,'' jelasnya di kantornya kemarin.
Penyumbang inflasi dari bahan makanan adalah naiknya harga cabai rawit dengan andil 0,10 persen. Lalu, ada ikan segar dengan andil 0,07 persen. ''Tapi, sebaliknya, ada beberapa harga komoditas yang turun, yaitu cabai merah -0,08 persen dan bawang merah -0,06 persen,'' katanya.
Kecuk menambahkan, inflasi domestik selama 2017 akan menemui banyak tantangan, bukan hanya yang berasal dari dalam negeri, namun juga dari kondisi global. Karena itu, pemerintah maupun Bank Indonesia (BI) harus menyusun langkah-langkah strategis untuk mengendalikan angka inflasi sepanjang tahun ini.
''Dari sisi eksternal, ada kenaikan harga komoditas global, termasuk minyak. Akibatnya, ada penyesuaian harga BBM (di Indonesia). Dari internal, ada kenaikan administered price,'' ungkapnya. Untuk Januari ini, inflasi administered price mencapai 2,57 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menuturkan, kenaikan biaya administrasi STNK dan BPKB hanya akan memberikan dampak jangka pendek. Dia menjelaskan, masyarakat hanya kaget dengan kenaikan yang mencapai 300 persen. Kenaikan tersebut tidak akan berdampak pada bulan-bulan selanjutnya. ''Hanya Januari saja, ini lebih karena shocked,'' ucapnya kemarin.
Namun, Sasmito menegaskan, yang harus diwaspadai pada Februari ini adalah kenaikan tarif listrik bagi pelanggan 900 VA. Dia mengungkapkan, 40 persen pelanggan listrik daya tersebut merupakan pelanggan prabayar. Karena itu, kenaikan tarif listrik langsung berpengaruh pada inflasi Januari. Sisanya, 60 persen pelanggan pascabayar, akan memberikan dampak pada inflasi bulan ini.
Selain tarif listrik, dia juga menyatakan bahwa harga beras harus menjadi perhatian pemerintah. ''Sejak Desember, harga gabah naik terus. Pada Januari ini, harga gabah naik 2,8 persen. Nah, begitu jadi beras kan dijual pada Februari. Harga gabah pasti lebih tinggi jika sudah jadi beras. Itu juga perlu diwaspadai. Tapi, biasanya, angka inflasi Februari lebih rendah daripada Januari,'' tuturnya. (ken/c23/sof)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
