
Ilustrasi
JawaPos.com - Pelayanan RSUD Karawang kembali menjadi sorotan. Salah seorang pasien, Titih (60), meninggal Senin (30/1) kemarin di ruang tunggu pelayanan.
Encun, anak almarhumah mengaku ibunya meregang nyawa ketika masih menunggu ruangan untuk dirawat. Tapi belum sempat mendapat ruangan, warga Dusun Pondok Bales, Desa Lemah Subur, Kecamatan Tempuran itu meninggal di ruang tunggu RSUD.
Dia bercerita, sesampainya di akses masuk instalasi gawat darurat, pihaknya yang ikut mengantar almarhumah disambut seorang satpam berseragam hitam. Kemudian satpam itu bertanya apakah pasien melahirkan atau bukan.
"Kalau bukan pasien melahirkan, silahkan cari rumah sakit lain. Karena ruangan sudah penuh," ujar Encun menirukan perkataan satpam RSUD tersebut dilansir Karawang Bekasi Ekspres (Jawa Pos Grup), Rabu (1/2).
Akhirnya, lanjut Encun, keluarga membawa pulang kembali almarhumah dengan penuh kecewa. Dan keluarga mencoba meminta pertolongan ke politisi Partai Golkar, mengenai apa yang dialami keluarga saat berobat ke RSUD. Kemudian, Partai Golkar yang diwakili Asep Syarifudin yang juga anggota DPRD Karawang membawa kembali almarhumah ke RSUD untuk dirawat.
Namun sesampai di IGD ada salah seorang satpam yang tanpa basa basi, kembali merespond dengan tak ramah."Dia bilang lagi, ruangan Penuh, silakan cari rumah sakit lain," beber Encun.
Asep Syarifudin yang akrab disapa Asep Ibe menyayangkan sikap satpam RSUD ini yang dinilai tidak sopan. "Mungkin memang pihak satpam sudah dikomunikasikan dahulu oleh pihak perawat atau dokter yang ada di IGD jika bed yang ada di IGD itu penuh. Tapi kan bisa menyampaikan bahasanya dengan etika, kan pasti ada SOP-nya," kata Asep Ibe.
Asep Ibe juga mengakui, memang saat pertama datang dirinya melihat langsung jika kondisi ruangan IGD itu penuh. Dan setelah dikomunikasikan ke Kepala Bidang Perawatan dan Direktur Rumah Sakit, akhirnya diambil inisiatif untuk dibawakan blankar baru serta dilayani dengan semestinya sambil menunggu ruangan IGD kosong.
"Ya, memang saya akui saat melihat kondisi pasien sepertinya sudah sangat parah. Kasihan sekali memang, dan yang sangat saya sesalkan seharusnya pasien pengidap penyakit jantung itu langsung ditangani saat pertama datang tanpa harus dibawa bolak balik. Sehingga akhirnya harus meregang nyawa," ungkapnya.
Sementara itu Direktur RSUD Karawang, dr Asep Hidayat Lukman membantah telah mengabaikan pasien Titih. Ia mengaku sudah melakukan penanganan kepada korban.
"Saya sudah menginstruksikan petugas untuk memasukkan almh Titih ke IGD dengan memberikan kasur tambahan dan dibaringkan di blankar untuk sementara sampai dengan ada bed di IGD ada yang kosong ," katanya.
Asep juga menambahkan, almh Titih sudah ditangani secara maksimal, dengan memberi infus dan obat-obatan yang dibutuhkan yang tersedia di RSUD..
"Kami sudah memberi infus dan obat - obatan yang dibutuhkan. Namun umur di tangan Allah. Kami hanya berusaha sesuai kondisi dan kemampuan kami," ujar Asep Hidayat.
Asep juga mengungkapkan, meski baru saja mendapat akreditasi tingkat paripurna bintang lima pekan lalu, kapasitas RSUD Karawang tidak sanggup menampung pasien yang membludak setiap hari. "Ruang ICU kami hanya sanggup menampung 8 pasien,"pungkas Asep.(nna/kbe/mam/JPG)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
