Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Februari 2017 | 06.50 WIB

Bingungnya Kuasa Hukum Ahok dengan Sikap Reaktif SBY 

Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono - Image

Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono

JawaPos.com - Kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama, Humphrey Djemat bingung dengan sikap reaktif mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pasca persidangan, Selasa (31/1).


Menurut Humphrey, sidang Basuki atau yang biasa disapa Ahok itu tidak ada sangkut pautnya dengan Ketua Umum Partai Demokrat ini.


Pun kehadiran Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) di persidangan, lanjut dia, merupakan bagian penting untuk mengungkap fakta, Ahok bersalah atau tidak.


"Karena ini menyangkut kebenaran materiil," ungkap Humphrey di Restoran Aroma Sedap, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/2).


Dia menegaskan, ingin mencari tahu apakah sikap keagamaan MUI sewaktu mengeluarkan fatwa Ahok menistakan agama murni atau tidak.


"Atau memang ada motif lain. Itu kan intinya. Soal Pak SBY itu urusan lain. Yang jadi saksi kan Pak Ma'ruf Amin. Wajar kan kita tanya," terangnya.


"Jadi kalau kemudian ada pihak lain yang jadi reaktif ya kita juga enggak tahu kenapa harus reaktif begitu kan," tandas dia.


Seperti diketahui, setelah pengungkapan komunikasinya dengan Ma'ruf Amin, SBY langsung menggelar jumpa pers hari ini.


Dalam keterangannya, SBY mengaku, adalah sebuah pelanggaran apabila percakapannya dengan Kiai Ma'ruf disadap secara ilegal.


"Tanpa perintah pengadilan namanya itu penyadapan ilegal, kalau penyadapan punya motif politik, namanya political spying, dari aspek hukum masuk dan politik masuk," tutur SBY.(uya/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore