
Pusamania Borneo FC II menargetkan minimal menembus final Piala Presiden 2017.
JawaPos.com - Optimisme tinggi diusung Pusamania Borneo FC (PBFC) II jelang bergulirnya Piala Presiden 2017. Dengan materi tim yang dirasa sudah komplet, ambisi lolos ke final atau bahkan menjadi juara dianggap bukan misi mustahil untuk skuad yang didominasi pemain muda.
Belum sepekan berlatih, memang cukup berlebihan berbicara soal target. Namun percaya diri sah-sah saja selama masih realistis. Konfidensi tersebut coba ditularkan pelatih PBFC II, Ricky Nelson. Walau tidak memiliki banyak waktu, dia yakin skuadnya bisa tampil baik selama babak penyisihan grup.
“Kekuatan tim yang berada di grup kami saya rasa berimbang. Bedanya hanya di masa persiapan. Jadi peluang untuk jadi yang terbaik terbuka lebar,” tutur Ricky setelah memimpin latihan di Stadion Utama Kaltim.
Dari tiga calon lawan yang bakal dihadapi, Barito Putera disebut Ricky paling berbahaya. Pasalnya, tim asal Kalimantan Selatan itu sudah berlatih sejak tiga pekan lalu. Di urutan kedua, Bali United masuk perhitungan karena berstatus tuan rumah. “Kalau Sriwijaya FC kurang lebih sama seperti tim kami. Mereka juga baru berlatih,” kata Ricky.
Pesut Etam II dijadwalkan boyongan ke Bali akhir pekan ini. Menurut Ricky, timnya mulai padu dari komunikasi dan strategi. Hal itu tak lepas dari program latihan yang tidak hanya dilakukan di lapangan. “Kami ada materi di kelas. Melalui teori yang saya berikan, pemain dengan mudah mengaplikasikan di lapangan,” jelasnya.
Program yang diberikan Ricky tidak semua berjalan mulus. Dia menuturkan bongkar pasang pemain yang baru-baru terjadi menjadi salah satu kendala namun tak serius. “Saya sudah punya bayangan untuk materi tim inti nanti. Tapi sempat ada pergantian pemain. Jadi harus saya susun ulang,” sebutnya.
Meski memiliki beberapa kendala awam, Ricky bisa sedikit lega. Sebab, beberapa pemain yang sebelumnya diproyeksikan bermain di Liga 1 bisa memperkuat PBFC II seperti Asri Akbar, Abdul Aziz, dan Tamsil Sijaya.
“Pemain asing yang kami miliki juga tangguh ada Dirkir Glay dan Kunihiro Yamashita. Mereka berdua bisa jadi andalan di lini belakang,” papar Ricky.
Sementara di sektor asing lainnya menyisakan nama Reinaldo Elias da Costa. Berposisi sebagai penyerang, pemain kelahiran Brasil itu diharapkan tajam menggedor gawang lawan. Selain itu, Ricky masih memiliki opsi lain di lini depan dengan memainkan Fernando Gomes.
“Tidak ada tim super di Indonesia. Dari materi pemain yang saya miliki dan target yang diamanahkan manajemen, saya optimis. Setidaknya sampai final!” tegas Ricky.
Terpisah, manajer PBFC II, Donny Fachroci menginginkan timnya tampil spartan di babak penyisihan. Hanya dengan tampil maksimal, peluang lolos bisa dimaksimalkan. “Fokus di setiap pertandingan. Kekuatan semua tim berimbang. Tinggal bagaimana siasat untuk tampil lebih baik,” pungkasnya. (don/abi/ndu/er/k9/ira/JPG)

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
