
Jafri Sastra tak mau mengusung target terlampau tinggi pada Piala Presiden 2017.
JawaPos.com - Dua tim asal Kalimantan, Mitra Kukar dan Persiba Balikpapan, tak memasang target muluk pada gelaran Piala Presiden 2017. Meski begitu, keduanya pun tak mau hanya sekadar menjadi penggembira.
Pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra menjadikan Piala Presiden 2017 sebagai ujian kepantasan skuadnya sebelum tampil di Liga 1 2017. Meski manajemen Mitra Kukar tidak mematok target muluk-muluk pada turnamen pramusim tersebut, Jafri menegaskan tidak akan bermain seadanya. Dengan persiapan sepekan, pelatih berdarah Minang itu optimistis timnya mampu melewati fase penyisihan grup.
“Tanpa target bukan berarti kami datang ke Sleman untuk bersenang-senang. Piala Presiden akan menjadi ukuran seberapa kuat tim ini untuk menghadapi kompetisi (Liga 1) nanti,” beber pelatih 51 tahun tersebut.
Jafri yakin timnya mampu melalui ujian di fase grup. Dari pengalamannya menakhodai tim Kota Raja selama ini, ayah dua anak itu mampu melewati rintangan di babak penyisihan. Meski hanya memiliki persiapan mepet, Jafri memiliki track record mentereng di Piala Presiden 2015 plus Piala Jenderal Sudirman.
Di Piala Presiden edisi pertama, pelatih berlisensi A AFC itu berhasil lolos ke semifinal. Sayang, saat itu Naga Mekes harus kandas dari Persib Bandung yang akhirnya keluar sebagai jawara. Hasil memuaskan berhasil dipetik tim kebanggaan warga Kukar itu saat mengikuti perhelatan Piala Jenderal Sudirman. Trofi berhasil dibawa pulang ke Bumi Etam.
Berkaca pada pengalaman tersebut, tentu tidak terlalu berlebihan jika Naga Mekes diprediksi mampu lolos dari penyisihan Grup A. Apalagi dari tiga lawan yang dihadapi, hanya Persipura saja yang kemungkinan besar akan menjadi ganjalan. Sementara PSS Sleman dan Persegres setidaknya memiliki kekuatan seimbang. Kans untuk menang terbuka lebar.
“Saya belum berani menilai kekuatan lawan. Saat ini saya hanya fokus membangun kekuatan tim sendiri. Masalah lolos atau tidak, saya yakin anak-anak juga menginginkan hasil terbaik. Kami akan berjuang keras untuk itu,” imbuh Jafri.
Jafri pun memboyong semua pemainnya ke Sleman. Selain memberikan kesempatan tampil kepada 28 pemain. “Sekaligus training center,” ungkap pelatih yang berhasil membawa Semen Padang ke perempatfinal Piala AFC 2013 tersebut.
Sementara itu, kapten Mitra Kukar, Bayu Pradana optimistis timnya bisa merengkuh hasil positif di babak penyisihan. “Kami tidak ingin sekadar jadi tim penggembira di Piala Presiden. Kami akan berikan (hasil) yang terbaik,” kata Bayu.
Sementara itu, Persiba pun tidak memasang target muluk dalam gelaran Piala Presiden 2017. Pelatih Persiba, Timo Scheunemann lebih memilih memanfaatkan turnamen pramusim tersebut sebagai pelicin program utama yang muaranya Liga 1 2017, yakni mencari lawan tanding sepadan.
Pria berpaspor Jerman iitu mengatakan, jika timnya hanya berlatih di Balikpapan bakal kesulitan mencari lawan. Seperti beberapa hari lalu, Absor Fauzi dkk terpaksa melawan klub lokal, Mitra Teras. Lawan yang sama bakal kembali jadi takaran, sebelum Beruang Madu bertolak ke Bandung, Sabtu (4/2).
“Di Piala Presiden nanti, kami lebih fokus mengasah mental pemain muda. Supaya mereka langsung nyetel dengan para senior ketika dipadukan di Liga 1 2017,” kata Timo.
Kendati demikian, mantan arsitek timnas putri Indonesia ini tidak mau timnya menjadi lumbung gol. Tidak adanya target di event berhadiah Rp 3 miliar itu bukan berarti Persiba tampil apa adanya. Timo tetap meminta para pemain tampil maksimal demi meraih hasil positif. Bahkan, dia juga sudah menyiapkan tim jauh hari.
Saat ini beberapa skema yang akan digunakan menghadapi Persela Lamongan di laga perdana, 6 Februari nanti, sudah disiapkan. Mulai antisipasi pergerakan cepat para striker lawan, hingga melakukan pressing. Juga antisipasi pemain muda yang promosi dari Persela U-21. Diprediksi, akan muncul beberapa striker bagus dari tim junior, karena di Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016 Persela U-21 tampil subur.
“Kami akan berjuang sekuat tenaga untuk nama baik Persiba. Memang tidak ada target, tapi tetap kerja keras untuk menang,” tutur Timo. Selain mengasah mental, Timo juga berencana mencoba semua pemain. Untuk mengetahui kesiapan anak asuhnya jelang kompetisi sesungguhnya. “Tapi kami akan lihat lagi nanti,” sambungnya. (don/abi/ndu/er/k9/ira/JPG)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
