
PANTANG MAIN HAKIM SENDIRI: Kombespol Muhammad Anwar Nasir memberikan penghargaan kepada Basyori, kepala Dusun Tebel Barat, Desa Tebel, Gedangan.
JawaPos.com – Basyori terlihat tegang. Bisa jadi, dia merasa grogi karena harus mengikuti apel pagi di Mapolresta Sidoarjo. Bukan tanpa sebab pria 53 tahun itu mendapat kesempatan mengikuti apel Selasa (31/1). Kepala Dusun Tebel Barat, Desa Tebel, Gedangan, tersebut mendapat penghargaan karena berhasil menyelamatkan nyawa pelaku begal motor sehari sebelumnya.
Saat kejadian, dia mengamankan pelaku yang beraksi di sekitar Pasar Tebel. Zainul Yakin, 19, si pelaku itu, tercatat sebagai warga Desa Karangpranti, Pejarakan, Probolinggo. Zainul tertangkap warga, sedangkan rekannya yang berinisial WH berhasil melarikan diri.
Awalnya, Zainul sempat menjadi bulan-bulanan massa. Beruntung, nyawanya masih bisa tertolong karena segera diamankan Basyori yang mendatangi lokasi.
Kapolresta Sidoarjo Kombespol Muhammad Anwar Nasir menyatakan, penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi polisi. Menurut dia, pelaku kejahatan memang tidak semestinya dihakimi sendiri. ’’Bagaimanapun pelaku kejahatan memiliki hak asasi manusia,’’ ucapnya.
Anwar menjelaskan, masyarakat seharusnya bisa menahan emosi setelah menangkap pelaku kejahatan. Setelah mengamankan pelaku, warga seharusnya menyerahkan semua proses hukum kepada polisi. ’’Keberaniannya (Basyori, Red) patut dicontoh masyarakat,’’ tegas Anwar.
Berdasar catatan, kasus main hakim sendiri di Kota Delta memang cenderung tinggi. Tahun lalu setidaknya ada 13 kejadian amuk massa kepada pelaku kejahatan. Dari jumlah itu, 8 pelaku meregang nyawa, 4 pelaku terluka ringan, dan 1 lainnya menderita luka ringan.
Basyori mengatakan tersanjung dengan penghargaan tersebut. Dia berharap kejadian amuk massa kepada pelaku kejahatan tidak terulang. Sebab, keterangan pelaku yang tertangkap bisa menjadi bekal berharga bagi polisi untuk melakukan pengembangan. ’’Jadi, aksi perampasan bisa berkurang,’’ ungkapnya.
Sementara itu, identitas para pelaku begal yang berhasil melarikan diri terus menjadi atensi polisi. Baik seorang pelaku yang beraksi di Gedangan maupun dua pelaku dengan tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Kedungpandan, Jabon. ’’Masih diburu,’’ ucap Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Manang Soebeti.
Dia menjelaskan, pelaku yang beraksi di Gedangan terindentifikasi sebagai warga Probolinggo. Di sisi lain, dua pelaku yang selamat dari amuk massa di Desa Kedungpandan, Jabon, pada Minggu (29/1) adalah warga Pasuruan. ’’Beda jaringan,’’ papar perwira polisi dengan satu melati di pundak tersebut.
Mantan Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya itu menjelaskan, buron yang beraksi di Jabon ditengarai residivis. Karena itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan polres lain.
Sebagaimana diberitakan, aksi amuk massa menewaskan dua pelaku begal motor di Jabon pada 29 Januari lalu. Mereka adalah Herman dan Iskandar. Keduanya sama-sama berusia 26 tahun dan berasal dari Kecamatan Rembang, Pasuruan. Dua pelaku lain dari komplotan mereka berhasil melarikan diri. (edi/c15/pri/sep/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
