
ANTUSIAS: Pelajar SMP Al-Azhar 13 Surabaya asyik belajar menggunakan aplikasi yukBlajar di ruang laboratorium komputer pada Selasa (24/1).
Kemajuan teknologi informasi bisa dimanfaatkan untuk mempermudah cara belajar. Itulah yang dilakukan SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya. Bermodal aplikasi, sekolah tersebut berhasil membuat siswa bersemangat memperdalam ilmu.
RUANG laboratorium komputer SMP Islam Al Azhar 13 sangat ramai. Puluhan siswa kelas IX B antusias belajar agama islam. Menghadap komputer, mereka asyik mengerjakan kuis yang diberikan Abdul Malik, guru pendidikan agama Islam.
Setiap siswa mengerjakan dengan cepat. Maklum, waktu mereka untuk menjawab soal dalam kuis itu dibatasi. Meski demikian, siswa tak terlihat terbebani. Mereka malah saling menyemangati kelompok masing-masing agar memilih jawaban yang tepat.
”Kalau ada yang salah dalam kelompok, poin otomatis berkurang menjadi nol lagi. Karena itu, mereka saling menyemangati dan bekerja sama agar poin tak turun,” tutur Abdul sambil menunjuk layar monitor yang berisi pergerakan nilai masing-masing kelompok.
Antusiasme siswa dalam belajar tersebut terjadi lantaran sejak Oktober, sekolah tersebut memakai model sistem pembelajaran baru. Yakni, metode belajar dengan memasukkan semua mapel (mata pelajaran) dalam aplikasi yukBlajar. ”Siswa jadi seneng, bisa belajar sambil bermain gadget,” tutur alumnus Universitas Darussalam Gontor tersebut.
Kepala SMP Islam Al Azhar 13 Hendro Yulius Suryo Putro menyatakan, aplikasi yukBlajar dikenalkan agar beban guru dalam menyiapkan materi lebih mudah. Pengajar tinggal meng-upload materi yang diperlukan ke yukBlajar. Setelah itu, guru bisa menjelaskan kepada para siswa di kelas tanpa repot membawa banyak berkas ke sekolah.
Guru bisa membuat pembelajaran yang menarik dengan berbagai fitur yang disediakan. Misalnya, video pembelajaran atau membuat game agar siswa semakin semangat menimba ilmu. Dengan fitur itu, guru bisa mengekplorasi pengetahuan lebih luas dan komprehensif.
Para guru juga dilatih bersikap profesional melalui aplikasi itu. Salah satunya tidak melakukan plagiarisme karya. Sebab, selama ini untuk menunjang pembelajaran, guru sering menyalin karya orang lain di internet. Tanpa disebutkan sumber di mana guru mendapatkan video, gambar, dan materi yang diajarkan kepada siswa.
YukBlajar menggunakan sistem yang tersambung dengan link yang langsung digunakan guru untuk bahan pelajaran. ”Posisi guru hanya mengantarkan siswa untuk membuka link tanpa harus mengunduhnya. Jadi aman,” terang pria 33 tahun itu.
Alumnus pascasarjana Universitas 17 Agustus 45 (Untag) tersebut menuturkan, yukBlajar sudah dilengkapi sistem pengamanan. Salah satunya menutup konten yang tak dibutuhkan siswa. Hendro mencontohkan, siswa membuka video di YouTube. Video di samping bawah ataupun kiri yang tak ditonton akan dihilangkan selama siswa menggunakannya. ”Biar siswa fokus dan tak ke mana-mana,” jelasnya.
Sementara itu, untuk siswa, pembelajaran berbasis TI tersebut jelas sangat menyenangkan. Sebab, dunia gadget telah akrab dengan generasi muda saat ini. Selain bisa dibuka menggunakan komputer, yukBlajar bisa diakses melalui smartphone. Siswa cukup mengunduh aplikasi itu, lantas mengoneksikan ke internet dan langsung bisa membuka pelajaran sewaktu-waktu.
Bukti kesenangan siswa menggunakan yukBlajar tersebut bisa dilihat dari antusiasme mereka di kelas. Salah satunya saat guru membuka fitur game atau kuis. Siswa otomatis berebut menjawab. Seolah, aplikasi itu digunakan untuk main-main. Padahal, setiap fitur di yukBlajar menggunakan materi pelajaran. ”Mereka nggak terasa sedang memecahkan soal,” tutur Hendro, lalu tersenyum.
Kondisi tersebut juga disampaikan guru matematika Asty Ridha Harini. Menurut dia, dengan game, soal matematika yang biasanya sulit menjadi lebih mudah. Siswa mampu menyelesaikan soal dalam waktu yang cukup singkat. ”Dengan aplikasi itu, anak-anak rajin berlatih menjajal setiap rumus,” ujar alumnus Pendidikan Matematika Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut. (elo/c16/jan/sep/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
