
SENYUM: Oky Yudistari (kiri), model pengantin tradisional Sunda.
JawaPos.com – Tren gaun pengantin tahun ini diperkirakan tidak berubah. Gaun yang sederhana tapi menonjolkan kesan eksklusif tetap disukai. ’’Tren tahun ini banyak dipengaruhi minat anak muda yang cenderung simpel,’’ ujar professional make-up artist (MUA) Yohanes Soelarso.
Hal tersebut diungkapkan ketika lomba tata rias pengantin 2017 di Ruang Mandala Bhakti Praja Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selasa (31/1). Lomba yang diselenggarakan Himpunan Ahli Rias Indonesia (HARPI) Melati Gresik itu melibatkan 400 penata rias dari berbagai daerah. Yakni, Sidoarjo, Lamongan, Jombang, Surabaya, dan Gresik.
Kalaupun ada perubahan, kata Yohanes, hanya pada model hijab. Tahun lalu banyak yang suka model hijab menggunung. ’’Sekarang lebih tipis,’’ terang lelaki yang tinggal di Sidoarjo tersebut.
Selain itu, penggunaan aksesori bunga dan perhiasan pada gaun menjadi lebih sedikit. Namun tidak mengurangi kesan elegan dari tampilan busana. ’’Untuk warna, disesuaikan dengan bajunya. Yang penting aplikasinya benar, pasti menarik,’’ jelasnya. ’’Paling banyak diminati warna gold,’’ imbuhnya.
Yohanes menyatakan, hal yang paling sulit adalah membuat eye shadow. Terutama membuat gradasi warna bagi pemula. ’’Memang butuh jam terbang ya. Jadi, harus rajin berlatih,’’ katanya.
Untuk make-up, Yohanes berpendapat bahwa jenis flawless menjadi tren tahun ini. Hal itu disesuaikan dengan tren busana yang juga simpel dan sederhana. ’’Tahun lalu banyak permainan warna,’’ ucapnya.
Ketua DPC HARPI Gresik Nurul Fajeri menjelaskan, lomba tersebut diadakan untuk meningkatkan skill penata rias. Sebab, yang mengikuti lomba tidak hanya profesional, tapi juga pemula dan beberapa calon perias. ’’Untuk meningkatkan wawasan juga,’’ katanya.
Nurul mengungkapkan, tren gaun pengantin tahun ini memang cenderung sederhana. Namun, kesan elegan dan mewah tetap dimunculkan. ’’Hampir semua jenis gaun pengantin mengalami tren yang sama. Mulai gaun pengantin Solo, Jogja, Sunda, Jawa, maupun muslim modifikasi,’’ paparnya.
Nurul menilai antusiasme peserta lomba cukup tinggi. Mulai anak SMA, remaja, hingga para perias yang punya jam terbang tinggi. ’’Jadi, bisa memberikan motivasi kepada para pemula,’’ tutur perempuan yang juga juri lomba itu. (adi/yad/c22/ai/sep/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
