
JAGA RITME: Angelita Kusuma (kanan) memberikan aba-aba kepada anggota DCS ketika berlatih di GOR Delta Sidoarjo, Minggu (29/1).
Selasa (31/1) mereka berulang tahun. Selama 1,5 dekade terakhir, banyak prestasi yang telah diraih. Mengharumkan nama Sidoarjo.
FIRMA ZUHDI AL FAUZI
Minggu pagi (29/1), puluhan pemuda-pemudi berpakaian serbahitam berkumpul di area sekitar pintu barat GOR Delta. Mereka mengenakan aksesori topi berjambul bulu di kepala. Dengan penuh semangat mereka memainkan alat musik yang dibawa. Suara yang dihasilkan menggelegar.
Sejumlah pengunjung GOR yang sedang berolahraga atau berjalan-jalan menikmati beraneka makanan yang dijajakan tertarik menghampiri mereka. Menikmati kepiawaian anak-anak muda itu beratraksi. Ada yang kebagian memainkan musik perkusi, musik tiup, balera, juga ada barisan colour guard. Ya, yang sedang beraksi itu adalah Delta Corp Symphony, grup marching band yang biasa disingkat DCS.
”Anggota komunitas kami ada 70 orang,” ujar pelatih kepala DCS Ismail Basham. ”Setiap Minggu kami memang berlatih di sini,” imbuhnya.
Pada 31 Januari 2017 usia DCS genap 15 tahun. Pendiriannya memang sama dengan tanggal hari jadi Sidoarjo, yakni 31 Januari. Sidoarjo sendiri tahun ini berumur 158 tahun. Menurut Ismail, ketika terbentuk pada 2002, nama grup marching band itu adalah Komunitas Suara Muda. ”Pada 2003 kami ubah jadi DCS biar lebih mengenalkan Sidoarjo karena ada kata deltanya,” terang pria kelahiran Jember, 12 Juli 1989, tersebut.
Selama belasan tahun mempertahankan eksistensi, DCS ternyata tak terlalu sering berpindah tempat latihan. Awalnya mereka berlatih di gedung serbaguna yang sekarang menjadi lapangan basket. Namun, pada 2009 mereka diminta angkat kaki. Karena memang tidak punya hak untuk memakai gedung itu, mau tidak mau DCS mengalah.
Tempat latihan yang baru pun ditentukan. Lokasinya masih berada di kawasan GOR. Persisnya di sisi selatan GOR. Dua tahun berjalan, DCS kembali diminta pindah. Setelah sempat berpindah-pindah ke sana kemari, sejak 2015 sampai sekarang mereka berlatih di sisi barat GOR.
”Dulu pernah pindah-pindah, juga numpang di sekolah-sekolah. Pernah di SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo, pernah di SMAN 1 Sidoarjo, sebelum akhirnya latihan tetap di sini (sisi barat GOR, Red),” jelas Ismail.
Selain latihan rutin setiap Minggu, terkadang DCS menggelar sesi latihan khusus yang disebut weekend training center. Latihan intensif itu biasanya berlangsung dua hari, yaitu Sabtu yang berlanjut Minggu. Untuk Sabtu, latihan dimulai pukul 15.00 sampai 00.00. Minggu mereka kembali berlatih dari pagi.
Latihan intensif tersebut dilakukan tidak semata-mata untuk mengasah kemampuan musik mereka. Tapi juga melatih kemandirian, menguatkan mental, dan meningkatkan rasa kekeluargaan. ”Mereka diajari survive. Bagaimana menyiapkan makanan sendiri saat latihan. Karena dalam kompetisi nanti juga harus survive seperti ini. Mental harus kuat,” terangnya.
Dalam latihan khusus itu, panitia menyiapkan beberapa skenario kondisi darurat. Misalnya, apa yang harus dilakukan jika ada salah seorang anggota marching band yang pingsan. Bagaimana mereka menyikapinya harus dipersiapkan dengan matang.
Dari sesi latihan yang menguras stamina semacam itu, ikatan emosional sesama anggota marching band semakin erat. Daya tahan mental dan fisik mereka juga tinggi. ”Malah ada yang awalnya musuh, sampai jadi saling jatuh cinta,” ungkap Ismail, lantas tertawa lepas.
Dengan latihan yang keras, tak heran jika banyak prestasi yang sudah mereka kantongi. Bukan hanya tingkat nasional, tapi sudah sampai internasional. Antara lain meraih peringkat III dalam kompetisi marching band Langgam Indonesia di Bali pada 2010. Lalu naik ke posisi runner-up atau peringkat II dalam ajang yang sama pada 2011.
Pada 2012 DCS merebut posisi runner-up Piala Presiden dalam kejuaraan Grand Prix Marching Band (GPMB) di Istora Senayan, Jakarta. Pada 2013 mereka meraih dua penghargaan sekaligus dalam kompetisi Langgam Indonesia. Yakni sebagai juara I kategori percussion contest dan juara III kategori colour guard contest.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
