
Adipati Dolken saat berkunjung ke Graha Pena Jawa Pos, Jakarta Selatan, Rabu (1/2)
JawaPos.com - Aktor Adipati Dolken terlibat dalam film terbaru produksi IFI Sinema berjudul Pertaruhan. Dia mengatakan tertarik menerima tawaran film ini lantaran adanya Upi sebagai produser kreatif dan penulis naskah.
Menurut cowok 25 tahun ini, Upi adalah salah satu sineas yang kreatif dalam menggarap sebuah film. Termasuk film Pertaruhan yang memasukan drama keluarga hingga nuansa action.
"Gue jujur tertarik karena Upi yang nulis, ceritanya bagus. Dia punya cara berbeda dalam membuat cerita dan gayanya itu bagus," kata Adipati Dolken saat berkunjung ke Graha Pena Jawa Pos, Jakarta Selatan, Rabu (1/2).
"Gue bangga bisa terlibat dalam film dia," sambungnya.
Peraih Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI 2013 ini menyebut dirinya selalu mengutamakan sisi konten film saat menerima tawaran. Baik itu dari kisah atau pun orang-orang yang terlibat di belakang layar.
"Film ini cerita bagus. Itu yang membuat gue semakin yakin," ucapnya.
Dalam film bergenre drama action ini, Adipati Dolken berperan sebagai Ibra. Sosok tersebut punya katakter tempramental yang cukup berbeda dari sifat aslinya. Namun dia mengaku tidak mengalami hambatan untuk memerankan sosok itu. Sebab sutradara Kristho Damar Alam dan tim produksi memberi waktu cukup untuk reading hingga pendalaman katakter.
"Gue diberi waktu dua minggu untuk persiapan. Mulai dari membangun chemistry sama pemain lain hingga latihan fisik," jelasnya.
Film Pertaruhan bercerita tentang kehidupan empat orang saudara laki-laki, Ibra (Adipati Dolken), Elzan (Jefri Nichol), Amar (Aliando Syarief), dan si bungsu Ical (Giulio Parengkuan). Mereka hidup sederhana bersama ayah mereka, Pak Musa (Tyo Pakusadewo) yang bekerja sebagai satpam di sebuah bank.
Walaupun gajinya sebagai satpam tidak seberapa tetapi Musa sangat loyal dan berdedikasi tinggi pada pekerjaannya. Dia pekerja keras yang berjuang untuk keluarganya.
Keluarga ini sudah kehilangan ibu sejak Ical dilahirkan. Kehilangan istri yang biasa mengurus rumah dan anak-anak membuat Musa gamang dalam membesarkan anak-anaknya. Hubungan antara dirinya dan ketiga anaknya yang remaja menjadi sangat tidak harmonis dan seringkali terjadi pertengkaran diantara mereka.
Sampai suatu hari Pak Musa diberhentikan dari pekerjaannya. Bersamaan dengan itu penyakit paru-paru yang didapnya semakin parah dan membuatnya jatuh sakit. Ibra, sebagai anak pertama lalu mengumpulkan saudara-saudaranya untuk mencari jalan keluar penyembuhan sang Ayah. Tetapi mereka tidak sanggup membayar biaya pengobatan sang ayah yang harus di opname. Sikap pihak rumah sakit pun sangat kejam tak peduli. Kakak beradik itu lalu berusaha kesana kemari untuk mengumpulkan uang biaya pengobatan Musa. Termasuk mendatangi bank tempat ayah mereka pernah bekerja selama 20 tahun. Tapi disitu Ibra malah mendapatkan penolakan dan penghinaan.
Selalu menemui jalan buntu, akhirnya kakak beradik itu mengambil keputusan yang sangat nekat demi pengobatan sang ayah. Bukan saja berbahaya tetapi juga mengancam keselamatan mereka.
Film Pertaruhan tayang mulai 9 Februari 2017 mendatang di seluruh bioskop tanah air. (ded/JPG)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
