
KEMANA? Xiao Jianhua (kanan) memberikan donasi untuk Chinese University of Hongkong bersama President Shen Zuyao pada April 2016.
JawaPos.com – Seorang taipan Tiongkok dengan kewarganegaraan Kanada menghilang misterius sejak Jumat (27/1). Disebutkan kalau taipan bernamam Xiao Jianhua itu ditangkap di apartemen mewahnya di Four Seasons, Hongkong. Taipan tersebut, berdasarkan sumber dari CNN, kemudian dibawa ke Tiongkok. Belum jelas latar belakang dari penangkapan tersebut.
Sumber terpercaya CNN tersebut menambahkan kalau Xiao ditangkap setelah lebih dari dua lusin petugas keamanan mendatangi apartemennya. Namun usaha penangkapan itu tidak mudah. Karena mereka harus bersitegang dengan bodyguard yang melindungi Xiao. Rata-rata, dalam satu sift, ada delapan bodyguard yang menjaga Xiao.
Sumber yang meminta identitasnya dirahasikan mengingat kasus tersebut sangat sensitif menyebutkan kalau Xiao punya hubungan dekat dengan keluarga berkuasa di Tiongkok. Saat ini, kepolisian Hongkong sedang menyelidiki hilangnya Xiao. ”Kami masih melakukan penyelidikan dan sudah menghubungi otoritas berwenang di Tiongkok,” tulis pernyataan polisi yang dikirimkan kepada CNN.
Namun anehnya, pihak keluarga meminta polisi untuk membatalkan penyelidikan tersebut. Tak hanya itu, di harian terbitan Hongkong, Mingpao, Xiao memasang berita yang mengatakan kalau dia tidak diculik.
Dalam pernyataan yang ditulis dalam bahasa Mandarin dengan nama Xiao tertulis di bawahnya, dia mengatakan sedang memulihkan diri di luar negeri dan berharap segera bertemu dengan media begitu sehat. ”Saya warga negara Tiongkok yang patriotis dan saya selalu mencintai partai negara ini,” katanya.
Xiao adalah salah seorang orang terkaya di Tiongkok yang menguasai Tomorrow Group. Itu adalah perusahaan dengan saham tersebar di perbankan, asuransi, dan pengembang properti. Hurun, biro analisis kekayaaan warga Tiongkok, Xiao yang berusia 46 tahun memiliki kekayaan mencapai USD 6 miliar (setara Rp 80,3 triliun). Pada 2014, harian New York Times pernah menulis kalau Xiao kerap dikelilingi bodyguard perempuan. Tidak hanya berjaga, para bodyguard tersebut bahkan membantu Xiao mengelap keringat.
Hilangnya Xiao membangkitkan kembali ketakutan atas terenggutnya kebebasan di bawah kebijakan satu negara dua sistem. Kebijakan itu menyebutkan kalau Hongkong adalah bagian dari Tiongkok. Sebelum Xiao, pada 2015 ada kasus hilangnya Lee Bo. Lee adalah produser buku yang memiliki paspor Inggris. Dia menghilang pada akhir 2015 dan kemudian “ditemukan” di dalam penjara Tiongkok. Penangkapan Lee seiring dengan hilangnya empat rekannya. Kasus itu memicu kemarahan warga Hongkong dan internasional. (BBC/CNN/tia)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
